nusantaramerdeka.id — Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto merombak struktur pimpinan dengan memutasi 99 perwira tinggi guna memperkuat daya gempur dan efektivitas komando di seluruh matra.
Kebijakan strategis ini tertuang dalam Surat Keputusan Nomor Kep/159/II/2026 tertanggal 3 Februari 2026 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan TNI.
Sebanyak 18 perwira menengah berpangkat Kolonel dari TNI Angkatan Darat resmi pecah bintang menjadi Brigadir Jenderal dalam gelombang rotasi besar ini.
Langkah ini diambil sebagai bentuk penyegaran organisasi yang menuntut profesionalisme tinggi di tengah kompleksitas tantangan pertahanan nasional yang semakin dinamis.
Panglima TNI menegaskan bahwa setiap kenaikan pangkat merupakan mandat besar yang wajib dijaga dengan integritas tanpa kompromi oleh para perwira.
“Pangkat yang disandang adalah kepercayaan dari negara. Oleh karena itu harus diiringi dengan dedikasi, profesionalitas, dan keteladanan bagi seluruh prajurit,” tegas Jenderal Agus Subiyanto pada 3 Februari 2026.
Daftar Perwira AD yang Meraih Pangkat Brigadir Jenderal
Beberapa nama yang dipromosikan mengemban jabatan vital, seperti Kolonel Inf Devy Kristiono yang sebelumnya merupakan Ajudan Wakil Presiden RI.
Kini ia resmi menjabat sebagai Pa Sahli Tk. II KSAD Bidang Kumham, sebuah posisi strategis yang menuntut kapabilitas intelektual dan hukum yang kuat.
Selain itu, Kolonel Cpl Azwan Abdi yang sebelumnya menjabat Paban Utama A-1 Dit A Bais TNI kini dipercaya memimpin sebagai Dansatintel Bais TNI.
Nama lain yang menonjol adalah Kolonel Inf Sumarlin Marzuki yang mendapat promosi menjadi Danrem 043/Gatam di Lampung menggantikan pejabat sebelumnya.
Ada pula Kolonel Inf Kohir yang bergeser tugas dari Danrem 083/Bdj Malang menjadi Danrem 084/BJ Surabaya untuk memperkuat stabilitas wilayah Jawa Timur.
Di sektor pendidikan dan latihan, Kolonel Arm Ahmad Muttaqin kini menjabat sebagai Dirsen Pussenarmed guna mengoptimalkan kemampuan tempur prajurit artileri medan.
Ajudan Wapres dan Pejabat Bais Masuk Gerbong Promosi
Mutasi ini tidak hanya menyasar perwira menengah, namun juga melibatkan 12 perwira tinggi berpangkat Mayor Jenderal yang menempati posisi baru.
Termasuk di antaranya adalah Mayjen TNI Mokhamad Ali Ridho yang berpindah tugas dari Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Militer menjadi Staf Khusus KSAD.
Pergantian kepemimpinan di level atas ini diharapkan mampu mengakselerasi performa TNI AD dalam menjalankan tugas pokok kedaulatan negara secara maksimal.
Jenderal Agus Subiyanto menyatakan bahwa rotasi adalah hal lumrah yang harus dilakukan secara berkala demi keberlanjutan regenerasi kepemimpinan militer yang tangguh.
“Mutasi ini untuk mengoptimalkan tugas-tugas TNI yang semakin kompleks ke depan,” ujar Panglima TNI dalam keterangan resminya kepada awak media.
Seluruh proses serah terima jabatan akan segera dilaksanakan sesuai prosedur militer guna menjamin kontinuitas operasional di setiap satuan yang terdampak rotasi.
TNI berkomitmen untuk terus mencetak pemimpin-pemimpin berkualitas yang memiliki loyalitas tegak lurus kepada negara dan rakyat Indonesia di masa depan. ***