nusantaramerdeka.id — Penutupan resmi Selat Hormuz oleh Iran sejak 28 Februari 2026 memicu krisis jalur perdagangan yang mengancam stabilitas ekspor sawit Indonesia ke pasar global secara masif. Langkah berani Teheran ini merupakan respons langsung atas serangan militer Amerika Serikat dan Israel, yang seketika melumpuhkan rute utama distribusi komoditas nonmigas di kawasan Timur Tengah.
Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, menegaskan bahwa gangguan transportasi laut menjadi ancaman paling nyata bagi pelaku industri saat ini. “Pertama, yang menjadi masalah adalah transport terganggu. Kalau transport terganggu, ekspor akan terganggu,” tegas Eddy dalam pernyataannya pada Jumat, 6 Maret 2026.
Dampak Ekonomi dan Lonjakan Biaya Logistik
Konflik bersenjata ini tidak hanya menutup jalur fisik, tetapi juga mencekik eksportir dengan lonjakan biaya distribusi hingga 50 persen. Data menunjukkan bahwa rute alternatif melalui perairan selatan Afrika memaksa biaya logistik ke Eropa membengkak sebesar 30 persen, yang secara otomatis menggerus daya saing produk CPO nasional.
Direktur Eksekutif PASPI, Dr. Tungkot Sipayung, menjelaskan pada 10 Maret 2026 bahwa rute Laut Merah dipastikan terhenti total bagi pengiriman menuju Eropa. Meskipun volume ke Eropa hanya berkisar 8 hingga 10 persen, hambatan ini menambah beban berat di tengah ketidakpastian ekonomi global yang kian tajam.
Ancaman Nyata di Tingkat Petani Sawit
Di tingkat domestik, penumpukan stok di tangki timbun akibat terhambatnya pengiriman mulai menghantui para petani swadaya. Sekjen Apkasindo, Rino Afrino, memperingatkan bahwa jika negara pembeli terus menahan kontrak, maka pabrik kelapa sawit akan membatasi pembelian tandan buah segar (TBS) dari masyarakat.
Selain hambatan ekspor, petani kini terhimpit oleh kenaikan harga pupuk yang hampir 100 persen bergantung pada komoditas impor dari wilayah terdampak konflik. Pemerintah melalui Kementan menyatakan tengah menyiapkan strategi mitigasi agar dampak terburuk tidak langsung menghantam kesejahteraan petani di pelosok daerah.***