Bantuan Rumah Syukur Shiddiqiyyah Menjangkau Merauke Tanpa Syarat Agama

Rumah Syukur Papua

nusantaramerdeka.id — Organisasi DHIBRA Thoriqoh Shiddiqiyyah merealisasikan program Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni di Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Bantuan hunian ini diberikan penuh kepada keluarga mendiang David Pakaimu tanpa mensyaratkan konversi agama.

Langkah tersebut menegaskan komitmen kemanusiaan lintas batas di wilayah terluar Indonesia. Pembangunan tetap berjalan meskipun penerima manfaat, David Pakaimu, meninggal dunia dua pekan sebelum peletakan batu pertama.

Menembus Kesenjangan Sosial Papua

Sebelumnya, David bersama istrinya, Chrinsesia Yolmen, harus bertahan di rumah papan lapuk yang miring dan bocor. Berada dalam keterbatasan ekonomi dan gangguan stroke, keluarga purnawirawan pekebun ini kerap mendapat janji bantuan yang tak pernah terealisasi.

Ketua DHIBRA Daerah Papua, Muhammad Anwar, menegaskan keberadaan program ini murni atas dasar solidaritas nasional. Penegasan tersebut merespons kekhawatiran keluarga penerima bantuan terkait isu pergeseran keyakinan.

“Program ini menjadi media untuk menjembatani kesenjangan sosial antara pendatang dan warga asli Papua, antara Muslim dan non-Muslim, serta antara warga Shiddiqiyyah maupun di luar Shiddiqiyyah. Kami hanya menjalankan dawuh Sang Mursyid untuk membantu sesama warga Indonesia yang membutuhkan,” kata Ketua DHIBRA Daerah Papua Muhammad Anwar.

Baca Juga :  Rumah Layak Huni Jadi Bukti Kemerdekaan Ramadan

Pembangunan Tetap Berlanjut

Pihak panitia memastikan seluruh proses konstruksi hunian baru terus berjalan hingga selesai. Saat ini keluarga mendiang menempati bangunan dapur sementara sembari menunggu penyerahan kunci rumah baru.

Inisiatif ini menjadi bukti nyata bahwa aksi gotong royong warga mampu meruntuhkan sekat perbedaan di Tanah Papua. Rumah baru tersebut kini menjadi simbol keadilan sosial bagi keluarga almarhum David Pakaimu. x***