NusantaraMerdeka.id – Rusia mengancam meningkatkan serangan ke Kyiv setelah gelombang besar drone Ukraina menghantam Moskow dan wilayah sekitarnya pada Minggu (20/9/2026), bertepatan dengan hari terakhir pemilu parlemen Rusia. Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan akan melanjutkan dan meningkatkan serangan presisi terhadap sasaran militer di ibu kota Ukraina sebagai respons atas serangan tersebut.
Ancaman itu muncul ketika kedua negara masih terus melakukan serangan jarak jauh, sehingga eskalasi di satu wilayah berpotensi segera diikuti serangan balasan di wilayah lain.
Rusia Ancam Tingkatkan Serangan ke Kyiv
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan militernya akan meningkatkan serangan presisi tinggi terhadap sasaran militer di Kyiv. Moskow menyebut langkah tersebut sebagai respons terhadap serangan Ukraina yang menurut Rusia menyasar wilayah sipil dan berupaya mengganggu proses pemilu.
“Sebagai respons terhadap serangan rezim Kyiv terhadap sasaran sipil di Rusia, tentara Rusia akan melanjutkan dan meningkatkan serangan presisi tinggi terhadap sasaran militer di Kyiv,” kata Kementerian Pertahanan Rusia sebagaimana dikutip dalam laporan media internasional.
Klaim Rusia bahwa serangan Ukraina bertujuan mengganggu pemilu belum dapat diverifikasi secara independen. Pemerintah Ukraina justru menyatakan sasaran operasi jarak jauhnya berkaitan dengan fasilitas minyak dan logistik yang dinilai menopang kemampuan Rusia melanjutkan perang.
Serangan Drone Terbesar ke Moskow
Ancaman Rusia disampaikan setelah Moskow menghadapi salah satu serangan drone terbesar sejak invasi skala penuh ke Ukraina pada 2022. Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin mengatakan lebih dari 1.600 drone telah dicegat, termasuk sekitar 450 drone yang diarahkan menuju ibu kota.
Serangan tersebut menyebabkan kerusakan pada kilang minyak Moskow dan bangunan tempat tinggal. Sedikitnya tiga orang tewas di wilayah Moskow, sementara kebakaran pada sebuah gedung apartemen 21 lantai menyebabkan sekitar 400 orang dievakuasi.
Besarnya serangan menjadi perhatian karena terjadi saat Rusia menutup hari terakhir pemilu parlemen. Pemerintah Rusia menilai serangan tersebut sebagai upaya mengganggu pemungutan suara, tetapi pemilu tetap berlangsung hingga selesai.
Kyiv Juga Diserang Rusia
Pada malam yang sama, wilayah Kyiv juga menghadapi serangan Rusia. Otoritas Ukraina melaporkan sedikitnya empat orang tewas di wilayah Kyiv, termasuk tiga anak, setelah serangan drone Rusia menghantam sejumlah lokasi.
Rangkaian serangan tersebut menunjukkan bahwa ancaman Rusia untuk meningkatkan serangan ke Kyiv muncul ketika serangan udara kedua pihak memang sedang berlangsung secara intensif. Artinya, pernyataan Moskow berpotensi menambah tekanan terhadap ibu kota Ukraina yang dalam beberapa hari terakhir kembali menjadi sasaran serangan.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan operasi jarak jauh negaranya memberikan dampak signifikan di wilayah Moskow. Ia menyebut fasilitas industri minyak dan logistik yang terkena serangan sebagai bagian dari infrastruktur yang menopang kemampuan Rusia membiayai perang.
Perbedaan klaim tersebut menjadi bagian dari perang narasi kedua negara. Rusia menekankan serangan terhadap wilayahnya dan kaitannya dengan pemilu, sedangkan Ukraina menempatkan serangan itu sebagai upaya menghantam infrastruktur yang mendukung operasi militer Rusia.
Untuk perkembangan berikutnya, perhatian kini tertuju pada pelaksanaan ancaman Moskow. Rusia menyatakan akan meningkatkan serangan presisi terhadap sasaran militer di Kyiv setelah serangan besar Ukraina ke wilayah ibu kota Rusia.