nusantaramerdeka.id — Serah terima Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah Fatchan Mubiina (RSLHSFM) di Cilengkrang, Kabupaten Bandung, menegaskan bahwa kepedulian rakyat bisa bergerak lebih cepat dari birokrasi.
Serah terima berlangsung di Kampung Palalangon, Desa Cipanjalu, Kecamatan Cilengkrang, pada Rabu (20/11/2025). Di hadapan warga, Aja sebagai penerima bantuan hadir bersama perwakilan desa, Aep dari BPD, yang menyampaikan sambutan mewakili keluarga.
Proses ini menjadi penanda bahwa hak atas rumah layak huni bukanlah kemewahan, tetapi kebutuhan dasar warga yang harus diperjuangkan.

Pembangunan rumah berukuran 7×5 meter itu tuntas dalam kurang dari dua bulan. Meski sempat terganjal kekurangan tenaga ahli di internal DPD OPSHID Kota Bandung, langkah cepat segera diambil.
Ketua Pelaksana Pembangunan, Juta, menegaskan bahwa OPSHID memilih mendatangkan tukang ahli dari luar demi menjaga kualitas bangunan.
“Standarnya harus layak huni. Warga berhak mendapatkan bangunan yang kokoh, bukan sekadar formalitas bantuan,” ujarnya tegas.
Aep, mewakili Aja, menyampaikan rasa syukur. Ia mengenang masa ketika hujan menjadi ancaman karena bangunan lama rapuh dan bocor. “Sekarang rumahnya kokoh, listrik sudah terpasang. Kami lega,” katanya.

Program ini merupakan bagian dari rangkaian Tasyakkuran Sumpah Pemuda.Dua unit rumah telah dibangun OPSHID di wilayah Bandung dalam dua tahun terakhir. Juta berharap gerakan ini menjadi pemantik kesadaran kolektif: rakyat bisa menolong rakyat, dan negara harus hadir menjaga martabat warganya melalui hunian yang manusiawi.
RSLHSFM Bandung kini resmi layak huni—hasil gotong royong yang berbicara lebih lantang daripada janji.(*)