Ragam

Profil Maruli Simanjuntak, Jenderal Kopassus yang Kini Jadi Wakil Panglima TNI

Pelantikan Jendral Maruli Simanjuntak sebagai Wakil Panglima TNI
Pelantikan Jendral Maruli Simanjuntak sebagai Wakil Panglima TNI

Jenderal TNI Maruli Simanjuntak resmi menjabat Wakil Panglima TNI ke-9 sejak 15 Oktober 2026, setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara. Ia menggantikan Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, setelah hampir tiga tahun memimpin Angkatan Darat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Jalan menuju posisi itu tidak lurus: putra Bandung ini pernah gagal pada seleksi Akademi Militer 1988.

Profil Singkat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak

  • Nama lengkap: Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc.
  • Lahir: Bandung, Jawa Barat, 27 Februari 1970 (56 tahun)
  • Asal keluarga: Keturunan Batak dari Pematang Siantar, anak ketiga dari lima bersaudara
  • Orang tua: Darius Simanjuntak (guru di SMAN 6 Bandung dan SMAK Dago) dan Tiobonur Silalahi (perawat)
  • Pendidikan: SMAK Dago Bandung (1988), Akademi Militer Magelang (lulus 1992, Infanteri), Seskoad, M.Sc. studi keamanan internasional, PPSA Lemhannas
  • Keluarga: Menikah dengan Paulina Pandjaitan sejak Januari 1999, putri Luhut Binsar Pandjaitan; dikaruniai dua anak, Faye dan Noah
  • Jabatan saat ini: Wakil Panglima TNI sejak 15 Oktober 2026, juga Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil (BNPPDT)

Maruli tumbuh di rumah seorang guru dan seorang perawat. Setelah lulus SMAK Dago pada 1988, ia mencoba masuk Akmil dan tersingkir di seleksi. Ia mengulang setahun, diterima pada 1989, lalu lulus tiga tahun kemudian sebagai perwira infanteri.

Di luar barak, ia dikenal sebagai atlet judo. Medali emas dan perak dari kejuaraan militer, termasuk SEA Games 1995, menjadi bagian dari cerita masa mudanya. Salah satu momen yang sering diingat adalah ketika Prabowo Subianto menggendongnya setelah ia menjuarai judo.

Dari Baret Merah ke Lingkar Presiden

Karier Maruli dibentuk di Kopassus. Ia memimpin Detasemen Tempur Cakra pada 2002, lalu menapaki jenjang demi jenjang: Komandan Batalyon 21 Grup 2, Komandan Sekolah Komando, Wakil Komandan Grup 1, hingga Komandan Grup 2 pada 2013. Setahun kemudian arahnya berbelok.

Ia dipercaya memimpin Grup A Paspampres, unit yang menjaga presiden, dan bertahan di lingkar pengamanan kepala negara hampir enam tahun, dari Komandan Grup A, Wakil Komandan, sampai Komandan Paspampres pada 2018 hingga 2020.

Setelah itu ia memegang komando wilayah dan pasukan besar. Ia menjadi Pangdam IX/Udayana pada 2020, Pangkostrad pada Januari 2022, dan KSAD ke-35 sejak 29 November 2023.

Rute ini memberinya tiga pengalaman sekaligus: tempur khusus, pengamanan presiden, dan komando teritorial. Hubungan keluarganya juga menjadi bagian dari lanskap kariernya. Istrinya, Paulina, adalah putri Luhut Binsar Pandjaitan, mantan Menko Marves. Bersama sang ibu, putri mereka Faye mendirikan Rumah Faye yang bergerak di bidang sosial.

Fakta dan Kejadian Penting

  • 1988: Gagal seleksi Akmil, lalu diterima pada 1989
  • 1992: Lulus Akmil Magelang, kecabangan Infanteri
  • 1995: Meraih medali judo di SEA Games
  • Januari 1999: Menikah dengan Paulina Pandjaitan
  • 2002: Komandan Detasemen Tempur Cakra
  • 2014 hingga 2020: Bertugas di Paspampres, puncaknya sebagai Komandan Paspampres (2018 hingga 2020)
  • Januari 2022: Dilantik sebagai Pangkostrad
  • 29 November 2023: Menjabat KSAD ke-35
  • 15 Oktober 2026: Dilantik sebagai Wakil Panglima TNI ke-9

Menariknya, salah satu program yang paling dikenal dari masa kepemimpinannya di Angkatan Darat bukan soal senjata. Manunggal Air menyediakan air bersih di daerah terpencil lewat pompa hidram dan sumur bor. Prajurit yang biasa berlatih menghadapi musuh dikerahkan untuk memastikan warga di pelosok punya akses ke air.