Ekbis

Simpanan Bank Capai Rp 10.513 Triliun, Tumbuh 8,65 Persen

Ilustrasi menghitung uang menggunakan mesin hitung di Bank
Ilustrasi menghitung uang menggunakan mesin hitung di Bank

Total simpanan bank di Indonesia mencapai Rp 10.513 triliun pada September 2026, tumbuh 8,65 persen secara tahunan (year on year/yoy), menurut Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Rekening di atas Rp 5 miliar mencatat pertumbuhan tertinggi, yakni 11,91 persen. Data itu disampaikan Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu di Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (4/11/2026).

Anggito memaparkan angka tersebut dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) IV Tahun 2026. Pertumbuhan terjadi di semua kelompok nominal, hanya lajunya berbeda.

Rinciannya:

  • Hingga Rp 100 juta: tumbuh 7,15 persen
  • Rp 100 juta sampai Rp 200 juta: tumbuh 5,8 persen
  • Rp 200 juta sampai Rp 500 juta: tumbuh 4,21 persen
  • Di atas Rp 5 miliar: tumbuh 11,91 persen

"Jadi, secara agregat DPK (dana pihak ketiga) itu tumbuh, dan secara segmen juga semua segmen itu menunjukkan tingkat pertumbuhan," ujar Anggito. DPK adalah dana yang dihimpun bank dari masyarakat, antara lain lewat tabungan, giro, dan deposito.

Ada catatan lain pada simpanan bank. Porsi simpanan yang berbunga di atas Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) naik menjadi 36,06 persen pada September 2026, dari 34 persen pada Agustus. Kenaikan itu terutama datang dari simpanan korporasi swasta dan BUMN.

TBP adalah batas bunga yang masih dijamin LPS. Simpanan dengan bunga di atasnya tidak lagi masuk dalam penjaminan.

LPS, kata Anggito, akan terus memantau perkembangan itu. "Kami terus mencermati dalam konteks persaingan penghimpunan dana dan tentu dampaknya pada kondisi individual bank," tuturnya.

Untuk periode 1 Oktober 2026 hingga Januari 2027, LPS memutuskan mempertahankan TBP. Sebelumnya, pada Juli 2026, lembaga ini menaikkannya 25 basis poin atau 0,25 poin persentase.

Salah satu alasannya, suku bunga pasar naik relatif terbatas, yakni 4 basis poin untuk rupiah dan valuta asing pada Juli sampai Oktober 2026. Alasan lain, intermediasi perbankan masih tumbuh positif. Anggito menyebut pertumbuhan DPK sebesar 8,28 persen dan kredit 13,26 persen secara tahunan.