Helikopter TNI AD jatuh saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11/2026). Tiga prajurit gugur dalam kecelakaan tersebut. Jenazah dua di antaranya, Letkol Cpn Anumerta Dudi Firmansyah dan Kapten Cpn Anumerta Nurhafiz Akbar, tiba di Lanumad Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah.
Isak tangis keluarga mengiringi kedatangan kedua jenazah di kompleks Penerbad, Semarang. Mereka tiba bersama Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita yang mendampingi.
Setelah upacara penyerahan jenazah, jenazah Letkol Cpn Anumerta Dudi Firmansyah langsung diterbangkan ke Bandung, Jawa Barat, dengan pesawat Casa 212.
Jenazah Kapten Cpn Anumerta Nurhafiz Akbar mendapat perlakuan berbeda. Ia akan disalatkan lebih dulu, lalu dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Tunggal, Semarang.
Jatuh saat mengambil air laut
Helikopter Mi-17 dengan nomor registrasi HA-5235 milik TNI AD itu jatuh sekitar pukul 11.18 WIB di Kecamatan Danau Sembuluh. Saat kejadian, helikopter sedang mengambil air laut untuk water bombing, yakni pemadaman api dari udara dengan menjatuhkan air ke titik kebakaran.
Pesawat itu lepas landas dari Kuala Pembuang dan mengangkut delapan personel. Tiga di antaranya dinyatakan meninggal dunia: Letkol Cpn Anumerta Dudi Firmansyah, Kapten Cpn Anumerta Nurhafiz Akbar, dan Sertu Anumerta Heri Prasetyo.
Pihak terkait hingga saat ini belum merinci kondisi lima personel lainnya, termasuk penyebab jatuhnya helikopter.
Lanumad Ahmad Yani menyampaikan doa dalam keterangannya. "Bagi korban selamat, semoga kondisinya lekas pulih kembali seperti sediakala. Bagi korban meninggal dunia, semoga Tuhan YME mengampuni segala kekhilafannya, menerima seluruh amal baiknya, menempatkan di sisi-Nya serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," pernyataan Lanumad Ahmad Yani.
Kebakaran yang luas di wilayah Kalimantan masih membutuhkan pemadaman yang intensif, TNI AD menerjunkan helikopter water bombing nya untuk memberi bantuan pemadaman kebakaran hutan di Kalimantan.
Namun kecelakaan terjadi dan menelan korban jiwa dari personil TNI AD.