Prabowo Lantik Nanik S Deyang Jadi Kepala Badan Gizi Nasional

Nanik S Deyang

nusantaramerdeka.id — Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru menggantikan posisi Dadan Hindayana di Istana Negara Jakarta pada Selasa, 2 Juni 2026. Langkah strategis ini diambil di tengah sorotan tajam publik terkait rapor merah operasional ribuan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di daerah.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengonfirmasi pergantian pucuk pimpinan ini sebagai keputusan langsung dari kepala negara.

“Bapak Presiden memutuskan mengangkat Saudari Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru,” ujar Prasetyo saat konferensi pers di Istana Negara pada Selasa, 2 Juni 2026.

Penunjukan Nanik langsung memicu gelombang kritik dari berbagai kalangan akibat status rekam jejaknya yang masih merangkap jabatan komisaris. Publik menuntut ketegasan sikap sang pejabat baru untuk segera menuntaskan potensi benturan kepentingan di tubuh birokrasi.

Mantan jurnalis senior Kompas era 1989 ini tercatat masih aktif menjabat sebagai Komisaris Independen PT Pertamina sejak 12 Juni 2025. Hingga hari pertama kerja pascapelantikan, belum ada pernyataan resmi mengenai pengunduran diri Nanik dari perusahaan pelat merah tersebut.

Baca Juga :  FGSNI Desak Pemerintah Jelaskan Urgensi Rekrutmen P3K BGN

Publik juga kembali mengungkit keterlibatan etis Nanik dalam pusaran kasus penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet menjelang Pilpres 2019. Kala itu, Nanik yang menjabat Wakil Ketua BPN terbukti menyebarkan foto lebam palsu Ratna ke media sosial Facebook.

Meskipun lolos dari jerat pidana dan hanya berstatus saksi, bayang-bayang kegaduhan hoaks masa lalu itu kini memicu keraguan publik. Kompetensi teknokratis mantan Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan ini dalam mengelola program berskala masif pun dipertanyakan.

Nanik kini memikul tanggung jawab berat untuk membersihkan sengkarut tata kelola sanitasi yang sempat melumpuhkan ribuan pos gizi. Berdasarkan data evaluasi internal, manajemen BGN terpaksa menghentikan sementara operasional ribuan mitra masak di berbagai wilayah hukum.

Sebanyak 8.182 unit dapur penyedia makanan gratis sempat ditangguhkan akibat pelanggaran standar kualitas pangan yang sangat fatal.

“Sebanyak 2.213 SPPG masih ditangguhkan untuk memperbaiki kualitas Program MBG,” tegas Nanik S. Deyang saat diwawancarai Antara pada Minggu, 31 Mei 2026. ***