nusantaramerdeka.id — Presiden Prabowo Subianto mencetak sejarah diplomasi dengan menggunakan Maung MV3 Garuda Limousine buatan PT Pindad sebagai kendaraan resmi dalam kunjungan kenegaraan di KTT ke-48 ASEAN, Cebu, Filipina, pada 7 hingga 10 Mei 2026. Langkah berani ini menandai pertama kalinya kendaraan produksi dalam negeri digunakan kepala negara Indonesia untuk agenda resmi di luar negeri guna menunjukkan taring industri pertahanan nasional.
Kehadiran mobil taktis berkelir putih ini memecah dominasi sedan hitam mewah yang biasanya digunakan para pemimpin negara lain. Sekretaris Kabinet RI, Letnan Kolonel Teddy Indra Wijaya, dalam pernyataan resminya pada Minggu, 10 Mei 2026, menegaskan bahwa penggunaan Maung di forum internasional bukan sekadar alat transportasi biasa.
Maung Garuda tampil kontras di antara deretan kendaraan kepresidenan lainnya yang serba hitam di Mactan Expo, Cebu. SUV Limousine 4×4 ini membawa pesan visual yang kuat tentang identitas Indonesia melalui motif batik parang pada grill depan dan emblem Garuda yang mencolok.
Mobil ini memiliki spesifikasi tempur dengan balutan composite armor yang mampu menahan peluru kaliber 7,62 mm NATO. Keamanan tingkat tinggi ini dipadukan dengan kemewahan interior seperti captain seat elektrik dan aksen kayu premium yang dirancang khusus untuk kenyamanan kerja sang Presiden.
Pengiriman Maung ke Filipina dilakukan secara rahasia dan terencana sejak 4 Mei 2026, atau tiga hari sebelum kedatangan Presiden. Kendaraan ini diangkut menggunakan pesawat Airbus A400M milik TNI Angkatan Udara, yang merupakan aset strategis baru Indonesia yang diterima pada November 2025.
Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menyampaikan kebanggaannya dalam konferensi pers pada Sabtu, 9 Mei 2026. “Ini menjadi kebanggaan bangsa karena Indonesia bisa hadir dalam satu forum internasional dengan peralatan yang mendukung dari produksi bangsa sendiri,” ujar Sugiono di hadapan awak media di Filipina.
“Penggunaan Maung di forum internasional adalah simbol kemandirian dan kepercayaan diri bangsa di panggung dunia,” kata Teddy Indra Wijaya menambahkan. Penggunaan aset ini membuktikan bahwa doktrin kemandirian yang digelorakan Prabowo bukan sekadar isapan jempol, melainkan tindakan nyata yang disaksikan pemimpin ASEAN lainnya.
Langkah ini juga menjadi ajang promosi strategis bagi PT Pindad untuk merambah pasar otomotif dan militer di kawasan Asia Tenggara. Dengan total produksi Maung yang telah melampaui 3.200 unit, Indonesia kini mengirimkan sinyal kuat bahwa kita sanggup memproduksi kendaraan kelas dunia yang layak bersaing secara global. ***