Lawan Fitch Ratings, Menkeu Purbaya Siap Pasang Badan Kejar Pertumbuhan 8 Persen

Purbaya vs Fitch Ratings

nusantaramerdeka.id — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menunjukkan nyali besar dalam merespons keputusan Fitch Ratings yang menurunkan outlook utang Indonesia menjadi negatif. Dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2026), Purbaya menegaskan bahwa fundamental ekonomi nasional saat ini justru berada dalam kondisi terbaik di antara negara-negara G20.

Meski Fitch menyoroti risiko sentralisasi kebijakan dan target pertumbuhan 8 persen, Purbaya tetap bergeming dan meyakini bahwa angka pertumbuhan adalah jawaban tunggal untuk membungkam keraguan lembaga pemeringkat internasional tersebut.

“Mungkin kan masih pemerintahan baru dan Menteri Keuangan juga baru, jadi mereka sangka jangan-jangan Menteri Keuangan nggak bisa hitung. Jadi itu salah saya juga karena saya nggak pernah ke luar negeri,” ujar Purbaya dengan nada lugas pada Jumat (6/3/2026).

Kritik Fitch dan Sentralisasi Kekuasaan

Keputusan Fitch Ratings pada Rabu (4/3/2026) dipicu oleh kekhawatiran atas terkikisnya kredibilitas bauran kebijakan Indonesia di bawah kepemimpinan baru. Fitch menilai adanya peningkatan sentralisasi kewenangan yang berisiko memperlebar defisit anggaran di atas batas hukum 3 persen dari PDB. Selain itu, pembentukan badan baru seperti Danantara dianggap dapat menurunkan transparansi fiskal.

Baca Juga :  Prabowo-Lee Jae Myung Teken 16 MoU Perkuat Kedaulatan Industri

Namun, Purbaya menepis anggapan tersebut dengan menyatakan bahwa utang badan pengelola investasi tidak memengaruhi beban utang negara secara langsung.

Ketegasan Purbaya dalam mengelola fiskal juga terlihat dari kesiapannya menyesuaikan belanja negara demi menjaga disiplin anggaran. Ia menyebut program strategis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat dipangkas hingga Rp100 triliun jika diperlukan untuk menekan defisit.

Baginya, data realisasi pendapatan negara yang tumbuh kuat di awal 2026, dengan lonjakan pajak di atas 30 persen pada Februari, adalah bukti otentik bahwa bauran kebijakan saat ini sudah berada di jalur yang benar.

Diplomasi Fiskal ke Washington

Menanggapi tudingan bahwa dirinya kurang dikenal di pasar global, Purbaya berencana melakukan manuver diplomasi ke Amerika Serikat pada April mendatang. Kehadirannya dalam pertemuan IMF-World Bank di Washington DC akan menjadi ajang “marketing” untuk menjelaskan posisi Indonesia secara langsung kepada para investor dan lembaga pemeringkat.

Purbaya menegaskan bahwa rasio utang Indonesia yang berada di kisaran 41 persen masih jauh lebih sehat dibandingkan rata-rata negara berperingkat serupa (BBB) yang mencapai 57,3 persen.

Baca Juga :  Pajak Naik, Diplomasi Dagang Diperluas, Ekonomi 2025 Disetel Ulang

Purbaya memberikan tenggat waktu enam bulan bagi pasar untuk menilai efektivitas kinerjanya. Ia menantang para pengkritik untuk melihat hasil nyata dari kebijakan pro-pertumbuhan yang ia jalankan.

Dengan sikap tanpa basa-basi, Menteri Keuangan pilihan Prabowo ini memastikan bahwa kedaulatan ekonomi Indonesia tidak akan didikte oleh sentimen luar negeri selama indikator domestik tetap menunjukkan tren positif yang agresif. ***