HMT ITB Minta Maaf, Lagu Erika Bukti Bobroknya Tradisi Kampus

Lagu Erika ITB

nusantaramerdeka.id — Himpunan Mahasiswa Tambang (HMT) ITB resmi melayangkan permohonan maaf setelah lagu bertajuk Erika viral di media sosial karena memuat lirik yang melecehkan martabat perempuan pada Senin, 13 April 2026. Video penampilan Orkes Semi Dangdut (OSD) tersebut memicu kemarahan publik setelah ditonton lebih dari 3,6 juta kali di platform X.

Pihak himpunan mengakui adanya kelalaian dalam memelihara tradisi lama yang tidak lagi sejalan dengan norma kesusilaan masa kini. Lagu yang lahir sejak era 1980-an tersebut kini resmi ditarik dari seluruh platform digital demi meredam gejolak di masyarakat.

Lirik Ofensif dan Kegagalan Filter Etika Organisasi

Pihak HMT-ITB menyatakan bahwa mereka sangat menyadari sensitivitas isu ini dan menyampaikan keprihatinan mendalam kepada masyarakat, khususnya kaum perempuan. Mereka menegaskan tidak membenarkan segala bentuk tindakan yang merendahkan martabat manusia dalam bentuk apa pun.

“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas beredarnya lagu yang menimbulkan keresahan publik,” tulis HMT-ITB dalam pernyataan resminya pada Rabu, 15 April 2026.

Baca Juga :  KPK Jebloskan Kembali Yaqut Cholil Qoumas ke Rutan Usai Drama Tahanan Rumah

Penegasan ini muncul setelah lirik lagu tersebut secara eksplisit mengobjektifikasi tubuh perempuan dan merendahkan status janda dengan konotasi vulgar. Penindakan tegas dilakukan dengan melakukan take down massal terhadap konten audio maupun video yang tersebar sejak tahun 2020.

Respons Tegas Kampus dan Pembersihan Konten Digital

Direktur Komunikasi dan Hubungan Masyarakat ITB, Dr. Nurlaela Arief, menegaskan bahwa peristiwa ini merupakan momentum untuk memperkuat budaya kampus yang menjunjung etika. ITB kini fokus pada penguatan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPK) untuk mencegah terulangnya pelecehan verbal serupa.

“ITB berupaya menghadirkan ekosistem pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat secara etika,” ujar Nurlaela Arief pada Kamis, 16 April 2026.

Langkah konkret diambil dengan menggandeng penyedia platform digital untuk menghapus jejak lagu tersebut dari pencarian publik. Google telah menghapus lirik lagu dari hasil pencarian, diikuti oleh pembersihan di Spotify dan Apple Music.

Institusi pendidikan tinggi harus berani memutus rantai tradisi yang mencederai nilai kemanusiaan tanpa kompromi. Pembenahan total standar operasional organisasi mahasiswa kini menjadi harga mati bagi ITB. ***

Baca Juga :  Korban Banjir Sumbagut Tembus 1.053 Jiwa, Aceh Terparah