NusantaraMerdeka.id — Presiden Prabowo Subianto resmi mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada Selasa malam, 2 Juni 2026, setelah mengevaluasi karut-marut tata kelola organisasi. Keputusan mendadak ini diambil hanya beberapa jam setelah Dadan masih mendampingi Presiden melakukan inspeksi mendadak program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 111 Jakarta pada siang harinya.
Langkah tegas Istana ini dilakukan di tengah desakan publik akibat krisis keamanan pangan yang masif. Data faskes mencatat 33.626 pelajar menjadi korban keracunan makanan di 31 provinsi, dengan Jawa Tengah menjadi wilayah terdampak parah sepanjang awal tahun ini.
Pencopotan kilat ini mengindikasian adanya tekanan politik tinggi di lingkaran dalam Istana. Manuver malam hari tersebut membuktikan evaluasi tidak lagi berjalan normatif, melainkan sebuah respons darurat atas kegagalan sistemik.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi berdalih bahwa pencopotan ini didasarkan atas hasil monitoring ketat selama 1,5 tahun. “Ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan SOP,” ujar Prasetyo di Kantor Presiden, Selasa, 2 Juni 2026.
Pemerintah tampak sengaja menghindari kata keracunan dalam rilis resmi demi menjaga framing politik. Padahal, sebanyak 8.182 Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) atau sekitar 30,1 persen dapur umum telah dibekukan akibat pelanggaran fatal.
Krisis ini menunjukkan kelemahan fatal kepemimpinan Dadan yang berlatar akademisi murni. BGN terbukti gagap mengelola operasional logistik berskala masif dengan standar keselamatan yang rendah.
DPR RI langsung memberikan catatan keras terkait pergantian pucuk pimpinan badan baru ini. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan bahwa perombakan total ini harus mengakhiri pola kerja institusi yang serampangan.
“Tentunya kami mengucapkan apresiasi dari DPR RI kepada pemerintah yang kemudian telah mendengarkan aspirasi dari masyarakat,” cetus Dasco di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa, 2 Juni 2026.
Pembersihan total ini tidak hanya menyasar Dadan, tetapi juga mendepak dua Wakil Kepala BGN secara bersamaan. Jabatan strategis kini dialihkan penuh kepada Nanik S. Deyang, orang kepercayaan Prabowo sejak Pilpres 2019. ***