Yogyakarta - Demonstrasi di kawasan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer, Kota Yogyakarta, berujung ricuh pada Rabu (28/10/2026) malam. Sekitar pukul 18.15 WIB, ratusan massa berpakaian hitam-hitam merangsek ke area Gedung DPRD DIY dan menyerang polisi yang berjaga. Hingga pukul 20.14 WIB, kericuhan di Malioboro masih berlangsung.
Aksi itu berlangsung sejak siang. Mahasiswa berunjuk rasa di tiga titik di kawasan Malioboro: DPRD DIY, Kantor Gubernur DIY, dan Titik Nol Kilometer. Menurut pantauan kontributor Tirto, massa mahasiswa menyudahi aksi sekitar pukul 18.00 WIB.
Ribuan peserta di Titik Nol Kilometer lalu pulang ke kampus masing-masing. Sebagian kecil memilih berjalan kaki ke arah utara, sementara yang lain kembali ke DPRD DIY.
Seperempat jam kemudian, situasi berubah. Demo di Malioboro ricuh setelah ratusan orang berpakaian hitam masuk ke area DPRD DIY yang dijaga polisi. Mereka melempar kembang api ke arah gedung dan melempari petugas.
Toko-toko di sepanjang Malioboro memilih tutup lebih awal. Biasanya kawasan pertokoan itu baru tutup pukul 22.00 WIB. Massa juga membakar sejumlah marka pembatas jalan.
Hingga pukul 20.14 WIB, aparat kepolisian masih bertahan di area DPRD DIY.
KSP minta massa tidak anarkis
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Listyo Sigit Prabowo mengimbau peserta aksi tetap tertib dan tidak terprovokasi. Aksi tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Listyo menyebut kebebasan berpendapat di muka umum dijamin Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998.
"Pemerintah dan UU memberikan ruang, namun yang harus dijaga agar aksi tetap dilaksanakan dengan tertib, menjaga hak-hak asasi masyarakat lain, jangan mudah terprovokasi dan jangan anarkis," kata Listyo kepada wartawan, Rabu.
Pemerintah, lewat KSP, membuka ruang bagi perwakilan mahasiswa dan kelompok pengunjuk rasa lain untuk menyampaikan aspirasi. Mantan Kapolri itu menyebut Hari Sumpah Pemuda sebagai momentum menjaga persatuan di tengah perbedaan pendapat.
"Semua masukan dari para peserta unjuk rasa adalah bagian dari kita untuk bersama-sama menjaga dan merawat bangsa ini," tutur Listyo.