Bandung - Demo ricuh di Bandung berujung penyerangan terhadap truk Pengendali Masyarakat (Dalmas) milik kepolisian di persimpangan Dago-Sulanjana, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa malam (20/10/2026). Kendaraan itu dilempari batu, kembang api, petasan, hingga bom molotov oleh sekelompok orang. Tiga anggota polisi terluka di bagian kepala dan tangan.
Serangan terjadi saat truk Dalmas milik kepolisian yang membawa anggota yang hendak melakukan pergantian regu jaga hendak kembali ke kawasan Dago-Cikapayang. Kejadian tersebut terjadi Selasa malam, 20 Oktober 2026, sekitar pukul 21.30 WIB
Mereka baru selesai mengamankan kegiatan penyampaian aspirasi. Di persimpangan Dago-Sulanjana, truk yang mereka tumpangi mendadak menjadi sasaran. Identitas para penyerang masih diselidiki.
Massa berpakaian hitam membubarkan diri usai aksi unjuk rasa di sekitar kawasan Asia Afrika dan Braga, lalu bergerak menuju persimpangan Sulanjana–Dago.
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi membenarkan peristiwa itu. Menurut dia, personel sebenarnya sedang dalam perjalanan untuk pergantian sif patroli.
"Tiba-tiba diserang oleh rombongan, kemudian dengan melempari, kemudian juga melempari kembang api dan petasan, sama bom molotov," kata Dedi, dikutip dari RRI.
Kejadian itu terekam kamera warga dan beredar di media sosial. Dalam video yang diunggah, sejumlah orang tampak melempari truk polisi yang sedang melintas.
Situasi di dalam kendaraan berubah berbahaya. Sejumlah anggota akhirnya keluar dari truk, dan tiga di antaranya mengalami luka.
"Anggota kemudian keluar dari truk, tiga orang mengalami luka di bagian kepala dan tangan. Peristiwa ini akan kami selidiki secara menyeluruh," ujar Dedi.
Polisi kini menyelidiki siapa yang bertanggung jawab atas pelemparan batu, kembang api, petasan, dan bom molotov ke arah truk Dalmas. Dedi menyebut para pelaku masih didalami. "Situasi sudah kondusif, kami juga telah melakukan patroli di sejumlah titik untuk mengantisipasi kejadian serupa," tegasnya.
Saat ini bangkai truk Dalmas yang dirusak massa telah dievakuasi dan arus lalu lintas di kedua arah sudah kembali normal serta kondusif. Pihak Polrestabes Bandung menurunkan personel untuk melakukan patroli dan penyisiran di sejumlah titik rawan