Tangsel - Bharada Laurentius Valdo Fernandez Lewai, anggota Polri yang bertugas di Mako Polairud Baharkam Polri, Lanud Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, tewas diduga dibunuh rekannya sendiri. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (15/10/2026) malam. Menurut kuasa hukum keluarga, satu orang kini ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan Polda Metro Jaya.
Bharada Valdo ditemukan tewas di markas tersebut pada Jumat (16/10/2026) dini hari. Keluarga menduga pelakunya sesama anggota polisi, yang disebut sebagai junior korban di kesatuan yang sama.
Pengacara korban, Petrus Bala Pattyona, mengatakan terduga pelaku sudah diamankan Subdirektorat Jatanras Polda Metro Jaya. Ia menyebut Direktur Poludara Korpolairud Baharkam Polri Brigjen Dadan berjanji mengusut perkara ini sampai tuntas.
"Informasi awal kasus ini sudah ditangani Polda Metro Jaya. Perkaranya juga diatensi langsung Korpolairud Baharkam Polri dan satu orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Unit Jatanras Polda Metro Jaya," kata Petrus.
Tim kuasa hukum masih mengumpulkan keterangan dan bukti. Mereka meminta kasus kematian Bharada Valdo diusut jelas, termasuk siapa pelakunya dan apa motifnya.
Jenazah sempat disemayamkan di RS Polri Kramat Jati untuk diautopsi. Pada Sabtu (17/10/2026), jenazah diterbangkan ke Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, dengan pesawat Polri Casa P-4101.
Ribuan warga memadati Bandara Gewayantana, Larantuka. Di rumah duka, keluarga menangis histeris saat peti dibawa masuk oleh anggota polisi berseragam biru khas Korpolairud. Beberapa anggota keluarga bahkan pingsan.
Perwakilan keluarga, Alfredo Rionaldo da Silva, menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada proses hukum. Ia juga berterima kasih kepada kepolisian yang menyiapkan akomodasi bagi keluarga.
"Proses hukumnya jalan. Kita serahkan proses hukum sedang berjalan. Kita berterima kasih kepada teman-teman karena sudah menyiapkan akomodasi hingga tiba," ujarnya.
Redaksi telah menghubungi Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dan Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo untuk meminta konfirmasi. Hingga artikel ini ditulis, keduanya belum memberikan jawaban.