Bandar Antariksa Biak Belum Masuk Tahap Kerja Sama, Rusia Masih Penjajakan

Ilustrasi Bandar Antariksa

NusantaraMerdeka.id – Rencana kerja sama Rusia dan Indonesia dalam pengembangan bandar antariksa Biak, Papua, masih berada pada tahap pembicaraan awal. Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov menegaskan belum ada perjanjian yang ditandatangani dengan Indonesia, meski Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah berdiskusi dengan badan antariksa Rusia, Roscosmos.

Rusia dan BRIN Baru Berdiskusi

Tolchenov mengatakan komunikasi antara BRIN dan Roscosmos sejauh ini baru membahas kemungkinan keterlibatan Rusia dalam pengembangan bandar antariksa Indonesia. Tahap tersebut belum dapat disebut sebagai kerja sama resmi antara kedua negara.

“Kami bahkan belum sampai pada tahap awal kerja sama. Pertemuan itu baru sebatas diskusi awal,” kata Tolchenov dalam media briefing di Jakarta, Rabu.

Menurut Tolchenov, belum ada satu pun perjanjian kerja sama yang ditandatangani Indonesia dan Rusia terkait proyek tersebut. Artinya, keterlibatan Rusia dalam pembangunan bandar antariksa Biak masih bergantung pada proses penjajakan dan keputusan Indonesia.

Rusia juga membuka kemungkinan bahwa BRIN sedang melakukan pembicaraan serupa dengan negara lain. Dengan demikian, komunikasi dengan Roscosmos belum menunjukkan bahwa Moskow telah ditetapkan sebagai mitra proyek.

Baca Juga :  Bocor Draf Damai 14 Poin Iran-AS, Trump Meradang di Media Sosial

Keputusan Mitra Ada di Tangan Indonesia

Rusia menyatakan tetap siap memberikan dukungan apabila Indonesia nantinya memilih Roscosmos sebagai mitra. Moskow menawarkan pengalaman dan teknologi keantariksaan yang telah dikembangkan Rusia dalam waktu panjang.

Namun, Tolchenov menegaskan keputusan mengenai mitra sepenuhnya berada di tangan BRIN. Posisi tersebut menunjukkan Indonesia masih memiliki ruang untuk membandingkan kemampuan dan bentuk kolaborasi yang ditawarkan berbagai calon mitra.

“Keputusan sepenuhnya ada di tangan BRIN untuk memilih mitra. Namun, jika Roscosmos dan Rusia yang dipilih, kami akan sangat senang dan saya yakin kami mampu mewujudkan proyek ini untuk Indonesia,” ujar Tolchenov.

Karena belum ada kesepakatan final, bentuk kerja sama maupun pembagian peran antara Indonesia dan Rusia juga belum ditetapkan. Pembicaraan saat ini masih berfokus pada kemungkinan kolaborasi di bidang keantariksaan.

Bandar Antariksa Biak untuk Perkuat Kemampuan Nasional

Rencana pembangunan bandar antariksa Biak merupakan bagian dari upaya Indonesia memperkuat kemampuan nasional di sektor keantariksaan. Pemerintah telah menyediakan landasan regulasi melalui Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Bandar Antariksa yang diterbitkan pada Mei 2026.

Baca Juga :  Keracunan MBG Jayapura Ungkap Masalah Dapur hingga Layanan Kesehatan

Regulasi tersebut menjadi salah satu dasar bagi pemerintah dalam mengembangkan fasilitas peluncuran antariksa dari wilayah Indonesia. Kehadiran fasilitas tersebut berkaitan dengan kebutuhan Indonesia dalam memanfaatkan teknologi satelit dan kegiatan keantariksaan.

Di tengah proses tersebut, keterlibatan mitra asing menjadi salah satu opsi untuk mendukung pengembangan teknologi dan kemampuan yang dibutuhkan. Namun, naskah kerja sama dengan Rusia belum sampai pada tahap penetapan resmi.

Indonesia Juga Menjajaki Kerja Sama dengan India

Indonesia tidak hanya berkomunikasi dengan Rusia dalam pengembangan kemampuan keantariksaan. Pemerintah juga tengah menjajaki penguatan kerja sama dengan India, yang memiliki kemampuan peluncuran satelit dan program antariksa.

Pembahasan kerja sama Indonesia-India mengemuka dalam kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Jakarta pada awal Juli 2026. Komunikasi dengan lebih dari satu negara membuat Indonesia memiliki pilihan dalam menentukan skema pengembangan bandar antariksa.

Pilihan tersebut memungkinkan pemerintah mempertimbangkan berbagai aspek sebelum menetapkan mitra. Di antaranya kemampuan teknologi, transfer pengetahuan, skema pembiayaan, kebutuhan nasional, serta kepentingan strategis Indonesia.

Baca Juga :  Tiga Pegawai Dinas Pertanian Tewas dalam Penembakan di Jayawijaya Saat Antar Bantuan

Karena itu, pembicaraan Indonesia dengan Rusia saat ini belum dapat dimaknai sebagai kerja sama eksklusif untuk pengembangan bandar antariksa Biak. Posisi Rusia masih sebagai pihak yang menyatakan kesiapan untuk terlibat apabila nantinya dipilih oleh Indonesia.

Tolchenov menegaskan Rusia akan menghormati keputusan tersebut. Untuk saat ini, pembicaraan kedua pihak masih berada pada tahap penjajakan kemungkinan kerja sama keantariksaan, sementara keputusan mengenai mitra pengembangan bandar antariksa tetap berada di tangan Indonesia.