nusantaramerdeka.id — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban meninggal akibat banjir bandang dan longsor di Sumatera bagian utara (Sumbagut) mencapai 1.053 jiwa hingga Rabu dini hari, 17 Desember 2025, pukul 02.55 WIB, dengan Aceh menjadi wilayah terdampak paling parah.
Data resmi BNPB mencakup tiga provinsi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, berdasarkan pembaruan dasbor geoportal penanganan darurat nasional.
Aceh mencatat korban meninggal terbanyak sebanyak 449 jiwa. Sumatera Utara menyusul dengan 360 jiwa, sementara Sumatera Barat mencatat 244 korban jiwa. Angka tersebut bertambah seiring operasi pencarian yang masih berlangsung di sejumlah titik rawan.
Pencarian Masih Berjalan
BNPB melaporkan jumlah korban hilang menurun menjadi 200 orang. Rinciannya, 90 orang di Sumatera Barat, 79 orang di Sumatera Utara, dan 31 orang di Aceh.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, penambahan korban berasal dari hasil temuan terbaru tim di lapangan.
“Data per 16 Desember 2025, total korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor di tiga provinsi mencapai 1.053 jiwa,” ujar Abdul Muhari dalam jumpa pers, Selasa (16/12/2025).
Pada hari yang sama, tim SAR menemukan 23 jenazah, terdiri dari 18 di Aceh—17 di Aceh Tamiang dan satu di Aceh Utara—serta lima di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Dampak Meluas
BNPB mencatat lebih dari 7.000 warga mengalami luka-luka. Sebanyak 146.758 rumah rusak di 52 kabupaten, memaksa 606.040 jiwa mengungsi.
Kerusakan juga melanda 1.600 fasilitas umum, termasuk fasilitas kesehatan, rumah ibadah, jembatan, dan hampir seribu sarana pendidikan yang menghambat aktivitas belajar-mengajar.***