nusantaramerdeka.id — Pemilik PT Blueray Cargo John Field membongkar fakta baru mengenai aliran uang pelicin senilai Rp91 miliar kepada oknum pejabat lintas kementerian dalam sidang kasus dugaan suap importasi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat, 12 Juni 2026. Persidangan bernada tinggi ini mengungkap bahwa jaringan korupsi tidak hanya mandek di Bea Cukai, melainkan telah menggurita hingga ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Kementerian Perdagangan.
Nyali terdakwa membongkar borok birokrasi ini dipicu kekesalannya karena tetap dijebloskan ke penjara meski telah menggelontorkan uang puluhan miliar rupiah. Skandal besar ini meruntuhkan klaim integritas instansi penjaga gerbang logistik nasional.
Terdakwa John Field meluapkan kemarahannya secara terbuka di hadapan majelis hakim. “Padahal apa yang saya kasih cukup besar, yang saya dapat masuk penjara,” ujar John dengan nada tegas saat memberikan kesaksian di persidangan, Jumat, 12 Juni 2026.
Pengakuan tersebut langsung mengubah arah penyidikan korupsi importasi komoditas di Indonesia. Jaksa penuntut umum kini memegang peta baru aliran dana haram tersebut.
Aliran Dana Hitam Mengalir ke Pucuk Pimpinan
Jaksa KPK membeberkan rincian distribusi uang yang menggunakan kode khusus untuk menyamarkan identitas para penerima di Direktorat Jenderal Bea Cukai. Kode BC1 merujuk pada Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama dengan akumulasi setoran mencapai Rp21 miliar dari tujuh kali pemberian.
Uang haram tersebut diserahkan secara berkala sejak Juli 2025 hingga Januari 2026 dalam pecahan dollar Singapura. Kode elite lain seperti BC2 dan BC3 juga terbukti menerima jatah bulanan bernilai miliaran rupiah.
Gurita Korupsi Sentuh BPOM dan Kemendag
Fakta persidangan kian memanas setelah Ketua Tim Dokumen Importasi PT Blueray Cargo, Andri, membenarkan adanya amplop khusus untuk pejabat instansi lain. Aliran dana tersebut terdeteksi masuk ke kantong seorang deputi dan direktur di BPOM serta empat pejabat di Kementerian Perdagangan.
Institusi negara kini terbukti lumpuh di hadapan jaringan importir ilegal yang menggunakan kekuatan finansial. Hukum harus bergerak tanpa pandang bulu untuk menyeret seluruh komplotan pejabat korup ini ke sel tahanan.
Pemberantasan mafia impor tidak boleh berhenti pada level operator di lapangan. Bongkar sampai ke akar dan bersihkan birokrasi dari para pengkhianat pendapatan negara. ***