Imlek 2026 Jakarta Gerakkan 98 Gedung dan Ruang Publik

Imlek Jakarta 2026

nusantaramerdeka.id – Imlek Jakarta 2026 tidak berhenti di seremoni Bundaran HI pada Jumat, 13 Februari 2026. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggerakkan 98 gedung dan sejumlah ruang publik untuk terlibat langsung dalam rangkaian perayaan hingga 3 Maret 2026.

Angka itu bukan simbolik. Lomba Dekorasi Imlek diikuti sekitar 98 gedung di berbagai kawasan ibu kota dan berlangsung hingga 17 Februari. Trotoar, fasad bangunan, dan area publik dihias ornamen merah dan emas. Kota bergerak serentak.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka festival di pusat kota. “Nanti teman-teman bisa melihat berbagai tempat yang kemudian menjadikan Jakarta menjadi berbeda pada hari ini,” ujarnya.

Mobilisasi Kota dalam Skala Terbuka

Secara faktual, Imlek Jakarta 2026 dirancang lintas titik. Bundaran HI menjadi panggung awal dengan instalasi cahaya dan atraksi flying drone LED. Namun mobilisasi tidak berhenti di sana.

Semarak Imlek digelar di Monas dengan video mapping. Jakarta Light Festival edisi Chinese New Year berlangsung 16-17 Februari di Kota Tua. Festival Pecinan Jakarta hadir 15-17 Februari di kawasan Anjungan Taman Mini Indonesia Indah.

Baca Juga :  BGN Bekukan SPPG Pondok Kelapa Buntut Keracunan Massal 72 Siswa

Di waktu yang sama, Harmoni Jakarta digelar di Blok M Hub. Festival Kelenteng Jakarta meramaikan rumah ibadah Tionghoa di berbagai wilayah. Puncaknya, Cap Go Meh dijadwalkan pada 3 Maret 2026 di Pecinan Glodok.

Rangkaian ini menunjukkan satu pola. Pemerintah tidak memusatkan perayaan pada satu kawasan. Ruang kota diaktifkan secara kolektif.

Kolaborasi Lintas Sektor dan Partisipasi Publik

Pramono menyebut seluruh kegiatan terselenggara melalui kolaborasi Pemprov DKI, BUMD, pemerintah pusat, BUMN, dan pihak swasta. Partisipasi sektor nonpemerintah menjadi bagian dari desain pelaksanaan.

Di lapangan, warga memenuhi Bundaran HI sejak sore. Mereka menyaksikan Simfoni Imlek Jakarta dan berbagai pertunjukan budaya. “Selama saya bekerja di Jakarta, tahun ini mungkin menjadi perayaan Imlek terbesar dan termeriah yang pernah saya lihat,” ujar Lili (52).

Berdasarkan data BPS 2010, Jakarta memiliki lebih dari 600.000 penduduk keturunan Tionghoa atau sekitar 22 persen dari populasi komunitas Tionghoa nasional. Data ini memberi konteks atas skala partisipasi publik dalam Imlek Jakarta 2026.

Baca Juga :  6 Dosen UPNVY Disanksi Seksual Bukti Rapuhnya Sistem Pengawasan Kampus

Mobilisasi 98 gedung dan ruang publik memperlihatkan satu hal yang jelas. Perayaan bergerak dari pusat kota ke seluruh jaringan ruang bersama.