Helikopter PK-CFX Hancur di Sekadau, 8 Penumpang Tewas Seketika

Kecelakaan Helicopter Kalbar

nusantaramerdeka.id — Helikopter Airbus H130 T2 dengan nomor registrasi PK-CFX milik PT Matthew Air Nusantara jatuh di hutan Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Kamis, 16 April 2026, yang menewaskan seluruh delapan orang di dalamnya.

Tragedi ini terungkap setelah tim SAR mendeteksi serpihan pesawat dari udara pada Kamis sore sebelum akhirnya mengevakuasi jenazah para korban pada Jumat pagi ke RS 642 Kapuas Sanggau.

Kecelakaan maut ini memakan korban jiwa sebanyak delapan orang yang terdiri dari pilot Capt. Marindra W, co-pilot Harun Arasyd, serta enam penumpang yang merupakan warga negara Indonesia dan Malaysia.

Helikopter tersebut sedang menjalankan misi peninjauan perkebunan kelapa sawit dengan rute penerbangan dari Kabupaten Melawi menuju Kubu Raya sebelum hilang kontak dan ditemukan hancur total.

Evakuasi Dramatis di Medan Terjal Sekadau

Tim SAR gabungan harus berjuang menembus hutan lebat dan perbukitan terjal untuk mencapai titik koordinat jatuhnya pesawat yang berada di area terpencil Kalimantan Barat.

Kondisi medan yang ekstrem dan kegelapan malam sempat menghambat pergerakan tim evakuasi darat yang sudah berada hanya 50 meter dari lokasi pada Kamis malam.

Baca Juga :  Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara Langgur Akibat Dendam Berdarah 2020

Kondisinya gelap, belum lagi medan yang sulit dan terjal makanya dilakukan pencarian besok, ujar Kabagops Polres Sekadau, AKP Sugiyanto, pada Kamis, 16 April 2026.

Petugas terpaksa mendirikan bivak di atas bukit sebelum akhirnya memulai proses pengangkatan jenazah pada Jumat pagi pukul 06.00 WIB menggunakan peralatan lengkap yang dikirimkan ke lokasi.

Benturan Keras Hancurkan Seluruh Badan Pesawat

Rekaman video dari warga menunjukkan kondisi helikopter yang mengalami kerusakan struktural sangat parah, mengindikasikan adanya benturan keras dengan vegetasi hutan sebelum menyentuh tanah.

Fakta di lapangan menunjukkan tidak ada tanda-tanda korban selamat dari reruntuhan pesawat, dengan posisi kru yang terhimpit di bagian kokpit yang hancur total.

Seluruh penumpang dan kru helikopter Airbus H130 PK-CFX meninggal dunia, tulis laporan resmi Niaga Asia yang terkonfirmasi pada Jumat, 17 April 2026.

Investigasi mengenai penyebab pasti jatuhnya pesawat saat ini sedang menunggu koordinasi lebih lanjut antara pihak otoritas penerbangan dan pihak operator PT Matthew Air Nusantara. ***