Pendidikan Rasa Jadi Fondasi BINLAT Jati Diri Bangsa Kediri

Binlat Jati Diri Bangsa

nusantaramerdeka.id — Sebanyak 44 pelajar tingkat SMP, SMA, dan mahasiswa mengikuti Bimbingan dan Pelatihan (BINLAT) Karakter Jati Diri Bangsa Indonesia yang digelar di Pesantren Jati Diri Bangsa Indonesia, Selasa (30/12/2025). Kegiatan ini berlangsung di Situs Persada Soekarno Ndalem Pojok, ruang sejarah yang lekat dengan pembentukan kesadaran kebangsaan.

Pelatihan berjalan sejak pagi hingga malam hari dengan pola pembinaan intensif. Metode yang digunakan menekankan refleksi diri, penghayatan nilai, dan kesadaran batin. Bukan sekadar ceramah. Pendekatan ini dipilih untuk menjawab krisis karakter di tengah bonus demografi yang terus membesar.

Ketua Pusat Pendidikan Rasa, Wawasan, dan Karsa Kebangsaan Indonesia Raya Pesantren Jati Diri Bangsa Indonesia, Suhartono, menegaskan seluruh fasilitator BINLAT telah tersertifikasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi.
“Pendidikan karakter harus profesional dan terukur. Sertifikasi memastikan pembinaan tidak seremonial,” kata Suhartono, Selasa (30/12/2025).

Binlat Jati Diri Bangsa
Foto-foto: Kegiatan BINLAT Jati Diri Bangsa di Pesantren Jati Diri Bangsa, Kediri. (Istimewa)

Pendidikan Rasa sebagai Jawaban

BINLAT memosisikan pendidikan rasa sebagai inti pembentukan karakter. Model ini berbeda dari pendidikan formal yang selama ini dominan kognitif. Ketua Harian Situs Persada Soekarno Ndalem Pojok, R.M. Kushartono, S.E., menilai persoalan bangsa bukan kekurangan orang pintar.
“Yang langka adalah pemimpin dengan rasa kebangsaan,” ujarnya.

Baca Juga :  Kemendikdasmen Ngebut Pulihkan Layanan Pendidikan Korban Banjir

Pilar Karakter Bangsa

Materi disusun atas tiga pilar: spiritual, intelektual, dan kultural. Ketiganya diposisikan manunggal. Pembelajaran merujuk buku Jati Diri Bangsa: Kiai Muchammad Muchtar Mu’thi Sang Mujadid Rasa Wawasan Karsa Kebangsaan terbitan Organisasi Shiddiqiyyah bekerja sama dengan Kompas.
BINLAT diarahkan menjadi model pendidikan alternatif menuju Indonesia Emas 2045.***