NusantaraMerdeka.id — Badan Investigasi Federal Amerika Serikat mengeluarkan pengumuman resmi berhadiah 200.000 dolar AS pada Kamis, 14 Mei 2026 di Washington untuk memburu Monica Elfriede Witt, mantan agen khusus kontraintelijen militer yang membelot ke Iran.
Langkah agresif ini diambil setelah konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran memasuki pekan ke-12 sejak pecah pada akhir Februari lalu. Keberadaan Witt kini menjadi ancaman nyata di tengah perang aktif kedua negara.
Special Agent in Charge Divisi Kontraintelijen FBI Washington, Daniel Wierzbicki, menegaskan pemburuan ini lewat rilis resmi pada Kamis, 14 Mei 2026. “Monica Witt diduga mengkhianati sumpahnya kepada Konstitusi lebih dari satu dekade lalu dengan membelot ke Iran,” cetusnya tajam.
FBI meyakini kebocoran data rahasia Pentagon masih terus terjadi hingga saat ini akibat aktivitas Witt. Negara tidak akan membiarkan pengkhianat militer bebas berkeliaran tanpa tersentuh hukum.
Informasi internal pertahanan membongkar fakta bahwa Witt terlibat langsung dalam proses interogasi sepuluh pelaut Angkatan Laut AS yang ditangkap Iran pada 2016. Rekam jejak hitam ini luput dari pemberitaan media internasional.
Pelarian Witt ke Teheran pada Agustus 2013 difasilitasi penuh oleh korps pengawal revolusi Islam dengan fasilitas rumah mewah. Sebagai gantinya, ia menyerahkan seluruh cetak biru operasi intelijen siber Amerika di Timur Tengah.
Kebijakan baru pemerintah federal langsung memasukkan unit siber pendukung Witt ke dalam daftar hitam sanksi negara. Mantan spesialis kontraintelijen Angkatan Udara ini dilaporkan bergabung dengan kelompok peretas top Iran bernama Charming Kitten.
Kelompok siber ini terdeteksi melakukan peretasan massal terhadap sistem data kandidat Pemilihan Presiden Amerika Serikat. Witt menyuplai dokumen mentah berisi data pribadi mantan rekan sejawatnya di militer untuk dijadikan target peretasan.
Skandal pembelotan ini menjadi tamparan paling mematikan bagi komunitas intelijen Pentagon dalam satu dekade terakhir. FBI sebenarnya telah mendeteksi indikasi rekrutmen Witt oleh agen Teheran jauh sebelum pelariannya terjadi.
Mantan pejabat senior CIA, John Sipher, membongkar siasat rekrutmen Iran melalui konferensi kebudayaan internasional. “Setiap orang Amerika yang datang ke acara seperti itu akan mereka incar,” ungkapnya dalam sebuah wawancara.
Otoritas keamanan AS mengakui bahwa perintah penangkapan ini terbentur absennya perjanjian ekstradisi dengan pemerintah Teheran. Kendala diplomatik tersebut membuat sang buron tetap aman di bawah perlindungan militer Iran. ***