Board of Peace Donald Trump Diprotes Hamas

Board of Peace

nusantaramerdeka.id – Skema Board of Peace yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump langsung diprotes Hamas. Gerakan itu menegaskan masa depan Gaza tidak bisa dibahas sebelum agresi Israel dihentikan total dan blokade dicabut.

Pernyataan keras itu muncul setelah Amerika menggelar pertemuan perdana Board of Peace di Washington. Forum tersebut diklaim sebagai langkah strategis untuk mendorong rekonstruksi Gaza pascagencatan senjata yang rapuh.

Namun Hamas tidak memberi ruang kompromi. “Setiap proses politik atau kesepakatan apa pun terkait Jalur Gaza harus dimulai dengan penghentian total agresi dan pencabutan blokade,” tegas pernyataan resmi mereka.

Penolakan Terbuka terhadap Skema Amerika

Bagi Hamas, penghentian agresi adalah syarat mutlak. Tanpa itu, pembahasan politik dinilai tidak sah. Sikap ini sekaligus menjadi kritik langsung terhadap pendekatan Amerika yang lebih dulu mendorong stabilisasi dan rekonstruksi.

Board of Peace sendiri diluncurkan secara resmi di Davos. Sebanyak 19 negara menandatangani piagamnya. Amerika menyebut telah mengamankan komitmen dana miliaran dolar AS untuk tahap awal pembangunan kembali Gaza.

Baca Juga :  Trump Ancam Keluar dari NATO, Aliansi Pertahanan Dunia Terancam Bubar

Di sisi lain, pemerintah Israel menegaskan rekonstruksi tidak akan berjalan sebelum Gaza didemiliterisasi. Posisi ini sejalan dengan pendekatan keamanan yang didukung Washington.

Tekanan di Tengah Dukungan Internasional

Respons Hamas menunjukkan bahwa skema Amerika tidak diterima begitu saja di lapangan. Mereka bahkan meminta Dewan Perdamaian segera menghentikan pelanggaran gencatan senjata oleh Israel.

Artinya, protes Hamas bukan sekadar pernyataan politik. Mereka menempatkan penghentian kekerasan sebagai fondasi utama sebelum langkah lain dibahas.

Sementara itu, dukungan internasional terhadap Board of Peace tetap berjalan. Sejumlah negara Timur Tengah bergabung. Sebagian negara Eropa memilih tetap menggunakan mekanisme PBB.

Di tengah peta dukungan yang terbelah, respons keras Hamas mempertegas bahwa rekonstruksi Gaza tidak hanya soal dana dan pasukan stabilisasi. Persoalan mendasarnya tetap pada penghentian agresi dan pencabutan blokade.

Donald Trump mendorong Board of Peace sebagai jalur cepat diplomasi Amerika. Hamas menjawab dengan garis tegas yang tidak bergeser. Ketegangan itu kini menjadi wajah nyata dinamika terbaru di Gaza.

Baca Juga :  Presiden Marcos Jr Deklarasikan Darurat Energi Nasional Filipina Satu Tahun