Daerah

Dedi Mulyadi Perkirakan Karhutla Gunung Ciremai Padam Sabtu

Kebakaran Hutan di Gunung Ciremai Kuningan, Jawa Barat
Kebakaran Hutan di Gunung Ciremai Kuningan, Jawa Barat

Kuningan - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memperkirakan karhutla Gunung Ciremai di Kabupaten Kuningan bisa tuntas pada Sabtu (24/10/2026). Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) itu ditangani lewat tiga cara: pengerahan warga, water bombing dengan helikopter, dan doa agar hujan turun.

Pernyataan tersebut disampaikan Dedi lewat akun Instagram pribadinya dan dikonfirmasi ulang oleh Kompas.com pada hari yang sama. TNGC sendiri adalah kawasan konservasi yang mencakup Gunung Ciremai, gunung tertinggi di Jawa Barat.

Langkah pertama yang dijalankan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat adalah penanganan manual dengan melibatkan masyarakat sekitar. Warga diminta menggali parit untuk menahan api agar tidak menjalar, sekaligus memadamkan titik api secara langsung.

"Yang pertama adalah penanganan manual, menggerakkan rakyat membuat parit, memadamkan api secara langsung dengan menggunakan alat-alat tradisional," ujarnya.

Helikopter dikerahkan untuk menyiramkan air ke sejumlah titik kebakaran. Metode ini dikenal sebagai water bombing, yakni pemadaman dari udara dengan menjatuhkan air dari helikopter ke area yang sulit dijangkau petugas di darat.

Mantan Bupati Purwakarta itu menilai cara tersebut cukup efektif. Dedi menegaskan akan memantau langsung pelaksanaannya.

"Menurut saya terakhir helikopter water bombing akan terus melakukan kinerjanya, menyiram air di berbagai titik api. Saya pastikan saya akan memonitor langsung agar pelaksanaannya bisa berjalan efektif."

Upaya ketiga bergantung pada cuaca. Dedi berharap hujan segera turun dan angin mereda, sebab angin kencang membuat api lebih cepat merambat, sedangkan hujan membasahi vegetasi yang terbakar.

Ia juga mengapresiasi seluruh personel yang terlibat, mulai dari petugas lapangan, TNI, hingga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta pihak lain yang ikut membantu di lokasi.

Untuk jangka panjang, Pemprov Jabar berencana memiliki helikopter khusus penanganan kebakaran hutan mulai 2027. Dedi menambahkan, armada itu disiapkan agar daerah selalu siaga.

"Tahun depan Pemprov Jabar ingin memiliki helikopter yang bisa menangani kebakaran hutan agar kita bisa siaga dalam setiap saat," kata Dedi.