Daerah

Rumah Syukur Kemerdekaan Shiddiqiyyah Diserahkan kepada Warga Banyumas

NusantaraMerdeka / Rumah Syukur
NusantaraMerdeka / Rumah Syukur

Atap bocor dan tanah becek bertahun-tahun berakhir. Di Sokaraja, seorang penerima bantuan sujud syukur saat memasuki rumah barunya yang kokoh.

Seorang warga Desa Wiradadi, Kecamatan Sokaraja, Banyumas, bersujud syukur begitu melangkah ke rumah barunya. Air matanya tak terbendung. Rumah yang dulu bocor kini berdiri lebih kokoh.

Rumah itu bagian dari program Santunan Nasional Pembangunan Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni yang digelar Dibra Shiddiqiyyah, seperti disampaikan dalam video yang diunggah kanal Satelit TV di YouTube pada 1 September 2026.

Penyerahan berlangsung Senin, 31 Agustus 2026. Hadir unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran pimpinan kecamatan, organisasi kemasyarakatan, dan warga sekitar.

Dari lagu kebangsaan hingga potong pita

Acara dibuka dengan lagu Indonesia Raya tiga stanza dan doa bersama. Setelah itu, panitia membagikan santunan berupa uang dan sembako kepada fakir miskin serta kaum duafa agar beban kebutuhan harian mereka berkurang.

Rangkaian berlanjut dengan sambutan dari pihak Dibra Shiddiqiyyah, perwakilan bupati, dan perwakilan DPRD. Penandatanganan berkas, penyerahan piagam santunan nasional, dan penyerahan kunci secara simbolis menyusul.

Puncaknya, pita rumah dipotong. Penerima manfaat lalu masuk ke dalam rumah dan bersujud syukur.

Panitia menyebut santunan ini juga wujud syukur atas Maulid Nabi Muhammad SAW, berdirinya organisasi, dan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia.

Atap bocor, tanah becek

Penerima manfaat menggambarkan kondisi rumah lamanya tidak layak huni. Atapnya bocor saat hujan, dan tanah di sekitarnya becek serta licin.

Kini ia merasa lega. Rumah baru itu, katanya, "sangat berarti bagi keluarga kecil kami."

Menurut video, Dibra Shiddiqiyyah telah membangun 2.368 rumah sejak 2002. Pada 2026, organisasi menargetkan 136 rumah serentak di berbagai daerah.

Di Banyumas, 19 rumah sudah terbangun tahun ini. Warga dan anggota organisasi setempat dilibatkan dalam pembangunan sebagai bentuk kepedulian dan cinta tanah air.

Program ini disebut ditujukan bagi masyarakat yang belum merdeka secara ekonomi. Bagi keluarga di Wiradadi, kemerdekaan itu kini punya atap yang tak lagi bocor.