Daerah

Gubernur NTT Keluhkan Korban Gempa Masih Ditagih Pinjaman

Sebuah rumah roboh pascagempa berkekuatan magnitudo 7,7 di Ruteng, Manggarai, NTT, pada Sabtu (15/08). - dok AFP
Sebuah rumah roboh pascagempa berkekuatan magnitudo 7,7 di Ruteng, Manggarai, NTT, pada Sabtu (15/08). - dok AFP

Lombok, NusantaraMerdeka.id - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melkiades Laka Lena mengeluhkan masih adanya korban gempa NTT yang ditagih pinjaman di tengah situasi bencana. Keluhan itu disampaikan Melki kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat koordinasi penanganan pascagempa di Nagekeo, NTT, Rabu (26/8/2026).

Melki mengatakan sebagian warga NTT tidak hanya meminjam uang melalui perbankan, tetapi juga koperasi. Persoalan muncul karena sejumlah koperasi harian disebut tetap mengejar korban gempa untuk membayar pinjaman.

Korban Gempa NTT Ditagih Koperasi Harian

Dalam rapat tersebut, Melki menyebut praktik peminjaman melalui koperasi cukup banyak terjadi di NTT. Ia kemudian menyampaikan laporan yang diterimanya mengenai korban bencana yang masih ditagih.

"Ini banyak sekali di NTT ini orang-orang pinjamnya itu selain perbankan juga di koperasi-koperasi," ujar Melki.

Menurut Melki, terdapat beberapa koperasi harian yang disebut telah mengejar korban untuk membayar pinjaman. Ia menyebut sebagian koperasi tersebut menjalankan praktik rentenir.

"Ini saya dapat kabar itu ada beberapa koperasi harian yang sudah mengejar para korban ini suruh bayar. Nah, ini kan banyak juga kan koperasi yang itu kan memang merentenir," sambungnya.

Laporan tersebut menunjukkan persoalan yang dihadapi warga terdampak gempa NTT tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan penanganan bencana, tetapi juga kewajiban pinjaman yang tetap ditagihkan saat mereka berada dalam situasi sulit.

Prabowo Minta Rentenir Menghadap

Presiden Prabowo memahami keluhan yang disampaikan Melki. Ia kemudian meminta pihak yang disebut sebagai rentenir untuk menghadap dirinya.

"Ya, nanti, suruh (rentenir) menghadap saya mintanya. Itu rentenir-rentenir suruh menghadap. Nanti aku yang..," kata Prabowo sambil tersenyum.

Pernyataan tersebut langsung disambut tawa Melki dan pejabat yang hadir dalam rapat koordinasi. Namun, Prabowo kemudian menegaskan pihak-pihak tersebut harus menemui pejabat keamanan di daerah terlebih dahulu.

"Tapi sebelum menghadap saya, menghadap Kapolda (NTT), Pangdam (Udayana), ya," katanya.

"Siap, siap," jawab Melki seraya tertawa.

Prabowo Cek Penanganan Pascagempa NTT

Prabowo berada di Nagekeo untuk mengecek penanganan pascagempa di NTT. Ia terlebih dahulu memimpin rapat koordinasi bersama sejumlah menteri dan kepala lembaga sebelum bergerak menemui warga di posko pengungsian.

Dalam rapat tersebut, Prabowo menerima berbagai laporan dan keluhan terkait penanganan pascabencana, termasuk persoalan yang disampaikan Gubernur NTT mengenai warga yang masih ditagih pinjaman.

Sejumlah pejabat turut mendampingi kunjungan Presiden, antara lain Mensesneg Prasetyo Hadi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Mendagri Tito Karnavian, Menteri PU Dody Hanggodo, Seskab Teddy Indra Wijaya, serta Kapolri Jenderal Sigit Prabowo.

Persoalan penagihan pinjaman terhadap korban gempa NTT menjadi salah satu keluhan yang disampaikan pemerintah daerah kepada Presiden dalam rapat koordinasi penanganan pascabencana di Nagekeo.