Jayawijaya, NusantaraMerdeka.id - Tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, tewas dalam insiden penembakan saat mengantarkan bantuan kepada masyarakat di Distrik Muliama, Rabu (9/9/2026). Aparat keamanan masih menyelidiki pelaku penembakan yang diduga berasal dari kelompok kriminal bersenjata (KKB).
Peristiwa ini terjadi ketika rombongan pegawai pemerintah daerah sedang menjalankan tugas pelayanan masyarakat. Selain menimbulkan korban jiwa, kejadian tersebut juga menjadi perhatian karena menyasar aparatur sipil yang tengah membawa bantuan dan meninjau program pertanian di wilayah pedalaman.
Penembakan Terjadi Saat Rombongan Antar Bantuan
Komandan Kodim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Ilham Datu Ramang mengatakan penembakan terjadi sekitar pukul 15.45 WIT di Distrik Muliama.
Menurut laporan yang diterima, para korban merupakan pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang saat itu berada dalam rombongan untuk mengantarkan bantuan ternak babi kepada masyarakat.
"Insiden tersebut terjadi saat korban bersama rekan-rekannya sedang mengantarkan bantuan pangan dengan menggunakan kendaraan roda empat," kata Ilham.
Informasi awal menyebut rombongan berjumlah delapan orang. Namun, data Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 menyebut terdapat 11 orang dalam rombongan yang berangkat dari Wamena menuju Distrik Muliama untuk meninjau pelaksanaan program cetak sawah.
Sebelum penembakan terjadi, pelaku disebut sempat memisahkan anggota rombongan yang bukan orang asli Papua (OAP) dari anggota rombongan yang merupakan OAP. Informasi tersebut masih menjadi bagian dari pendalaman aparat.
Tiga Korban Meninggal Dunia
Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 menyebut tiga korban yang meninggal dunia adalah WB (24), pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, yang mengalami luka tembak di pinggang kanan dan meninggal dunia di RSUD Wamena.
Korban kedua adalah AR (49), Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, yang mengalami luka tembak di bagian perut dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Sementara korban ketiga, AAM (35), pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, mengalami luka tembak pada bagian belakang kepala dan tangan kiri. Korban juga dinyatakan meninggal dunia di lokasi.
Seluruh korban telah dievakuasi ke RSUD Wamena. Aparat juga mengamankan delapan saksi yang berada bersama rombongan untuk dimintai keterangan guna membantu penyelidikan.
Aparat Lakukan Penyisiran dan Penyelidikan
Setelah menerima laporan, personel gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Jayawijaya melakukan pengamanan lokasi, penyisiran, serta pengumpulan keterangan saksi.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol Yusuf Sutejo mengatakan kepolisian masih menyebut pelaku sebagai orang tidak dikenal karena proses penyelidikan masih berlangsung.
Berdasarkan pendalaman sementara, pelaku diduga berasal dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang beroperasi di wilayah Nduga. Namun, aparat menegaskan identitas pelaku masih didalami melalui pengumpulan alat bukti dan keterangan saksi.
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Pol Faizal Ramadhani mengecam tindakan kekerasan yang menargetkan masyarakat sipil dan memastikan proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh.
"Kami memastikan proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap kronologi, mengidentifikasi para pelaku, serta memastikan mereka mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan hukum yang berlaku," ujar Faizal.
Hingga Rabu malam, Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Jayawijaya masih melakukan penyisiran dan pendalaman di lokasi kejadian untuk mengungkap pelaku penembakan yang menewaskan tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya tersebut.