Pasukan Iran Serang Tiga Kapal Perang AS di Selat Hormuz

Kapal menyebrangi Selat Hormuz

nusantaramerdeka.id — Pasukan militer Iran meluncurkan serangan rudal dan drone yang menargetkan tiga kapal perang Amerika Serikat saat melintasi perairan internasional Selat Hormuz pada Kamis (7/5/2026).

Ketegangan bersenjata ini melibatkan USS Truxtun, USS Rafael Peralta, dan USS Mason yang sedang melakukan navigasi di jalur laut paling strategis dunia tersebut.

Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa serangan terkoordinasi tersebut melibatkan kombinasi rudal, pesawat tanpa awak, dan perahu-perahu kecil milik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

“Helikopter Apache dan Seahawk menghantam enam kapal kecil Iran yang mengancam pengiriman komersial,” tegas Kepala CENTCOM, Brad Cooper, dalam pernyataan resminya kepada media pada 7 Mei 2026.

Insiden berdarah ini meletus hanya sesaat setelah Presiden Donald Trump mengklaim bahwa kesepakatan damai antara Washington dan Teheran sudah berada di depan mata.

Realitas di lapangan justru menunjukkan kegagalan total perundingan maraton selama 21 jam di Islamabad, Pakistan, yang dipimpin oleh Wakil Presiden AS JD Vance.

Vance menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan memberikan toleransi terhadap ambisi nuklir Iran yang dianggap mengancam stabilitas kawasan Timur Tengah.

Baca Juga :  Austria Usir Pesawat Intai AS Saat Ketegangan Perang Iran Memuncak

“Mereka telah memilih untuk tidak menerima persyaratan kami, kegagalan ini merupakan berita buruk bagi Teheran,” ujar JD Vance saat berada di Islamabad pertengahan April lalu.

Dunia kini menghadapi krisis energi akut dengan harga minyak mentah yang meroket hingga menembus angka US$126 per barel akibat blokade berkepanjangan.

Di tengah kebuntuan militer, muncul laporan mengenai penggunaan taktik perang tidak konvensional oleh Iran untuk menembus blokade angkatan laut Amerika Serikat.

Militer Iran dilaporkan mempertimbangkan penggunaan lumba-lumba pembawa ranjau untuk menghancurkan aset tempur lawan di bawah permukaan air Selat Hormuz.

Langkah nekat ini menjadi sinyal bahwa Teheran siap menggunakan segala cara guna mempertahankan kedaulatan wilayahnya dari intimidasi militer negara Barat.

Presiden Donald Trump merespons serangan terbaru ini dengan peringatan keras melalui platform media sosial pribadinya pada Jumat (8/5/2026).

“Kita akan mengalahkan mereka jauh lebih keras, dan jauh lebih brutal, di masa depan, jika mereka tidak segera menandatangani kesepakatan!” tulis Trump dengan nada tegas.

Situasi di jalur distribusi minyak dunia tersebut kini berada pada titik didih yang mengancam stabilitas ekonomi global secara menyeluruh. ***

Baca Juga :  Blokade Total Dimulai: AS Kepung Iran Usai Perundingan Islamabad Gagal