Petaka Taksi Vietnam: Jejak Kelalaian Sistemik Green SM di Rel Bekasi

Taksi Listrik Green SM

nusantaramerdeka.id — Tragedi kemanusiaan di perlintasan sebidang JPL 85 Ampera, Bekasi, pada Senin (27/4/2026) malam mengungkap borok besar dalam sistem operasional taksi listrik asal Vietnam, Green SM.

Insiden ini bermula saat satu unit taksi listrik milik PT Xanh SM Green mogok tepat di tengah rel, yang kemudian memicu efek domino tabrakan beruntun melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek.

Saksi mata di lokasi, Muhammad Nasir (60), mengungkapkan bahwa sopir taksi tersebut sempat diperingatkan untuk mundur namun mengabaikan imbauan tersebut hingga ekor kereta menyambar unit kendaraan.

Kehadiran taksi milik miliarder Pham Nhat Vuong ini kini digugat publik setelah rangkaian kecelakaan serupa terus berulang dalam kurun waktu satu tahun terakhir di Indonesia.

Pihak manajemen Green SM Indonesia melalui akun resminya menyatakan telah menyampaikan informasi kepada pihak berwenang, namun hingga kini tidak ada kata maaf atau belasungkawa yang disampaikan.

“Green SM Indonesia menaruh perhatian penuh pada terjadinya insiden di area perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur. Kami mendukung penuh proses investigasi,” tulis pernyataan resmi manajemen pada Selasa (28/4/2026).

Baca Juga :  Hemat Energi Nasional, Pemerintah Wajibkan ASN WFH Setiap Jumat

Ketua Forum Perkeretaapian MTI Deddy Herlambang mendesak KNKT untuk menginvestigasi secara spesifik keandalan (reliability) unit kendaraan listrik yang sering dilaporkan mogok secara tiba-tiba di atas rel.

Dugaan kegagalan teknis pada sistem baterai atau sensor pengereman darurat otomatis (AEB) menjadi fokus utama karena ini merupakan insiden ketiga yang melibatkan armada ini di jalur kereta api.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta kepolisian menyelidiki unsur kelalaian sistemik perusahaan, mengingat pola kecelakaan yang terjadi menunjukkan adanya kelemahan pengawasan.

Sahroni menyoroti insiden sebelumnya di Kemayoran dan Tangerang, di mana unit taksi yang sama dilaporkan bergerak mundur tanpa kendali hingga menghancurkan bangunan publik.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi telah menginstruksikan Dirjen Perhubungan Darat untuk memanggil pengelola taksi hijau tersebut guna melakukan evaluasi operasional secara menyeluruh.

“Tadi saya sudah minta Dirjen Perhubungan Darat untuk bertemu dengan pengelola taksi hijau tersebut untuk melakukan evaluasi,” tegas Dudy di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).

Konflik data juga mencuat setelah Green SM mengeklaim tidak ada penumpang, sementara saksi mata menyebut ada seorang wanita yang turun dari taksi sambil memarahi sopir yang diduga bermain ponsel.

Baca Juga :  Bakung Menguat, BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi

Jika terbukti ada unsur kesengajaan atau kegagalan teknologi yang disembunyikan, izin operasional investasi asal Vietnam ini terancam dicabut demi menjamin keselamatan transportasi nasional.

Negara tidak boleh membiarkan jalan raya dan jalur kereta api menjadi ajang uji coba teknologi yang belum teruji keandalannya di tengah padatnya mobilitas rakyat. ***