Amien Rais Desak Prabowo Pecat Teddy Indra Wijaya dari Seskab

Amien Rais

nusantaramerdeka.id — Tokoh reformasi Amien Rais mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera mencopot Teddy Indra Wijaya dari jabatan Sekretaris Kabinet demi menjaga marwah moralitas di lingkaran tertinggi negara pada 30 April 2026.

Permintaan tegas ini disampaikan Amien melalui unggahan video berjudul “Jauhkan Istana dari Skandal Moral” yang menyoroti kedekatan personal antara Presiden dan Seskab yang dinilai sudah melampaui batas profesionalitas.

Amien menekankan bahwa seorang pemimpin nasional harus bersikap kesatria dengan memisahkan diri dari pengaruh orang-orang di lingkaran dekatnya yang dapat merusak citra pemerintahan di mata publik.

“Saya usulkan, Bapak Prabowo secara kesatria, tegas dan meyakinkan, melepaskan diri dari lendotannya si Teddy,” tegas Amien Rais dalam video di akun YouTube resminya, Kamis (30/4/2026).

Kritik tajam ini dipicu oleh viralnya video perayaan ulang tahun Teddy di Four Seasons Hotel George V Paris yang merupakan salah satu hotel termewah di dunia saat agenda kenegaraan.

Fenomena ini ternyata bukan insiden tunggal karena perayaan serupa juga pernah terlaksana di Yordania saat Presiden menjalankan misi resmi yang menunjukkan pola kedekatan personal yang sangat konsisten.

Baca Juga :  Daftar Kartu Seluler Kini Wajib Biometrik, NIK dan KK Ditutup

Peneliti Seknas FITRA, Betta Anugrah Setiani, menilai kemewahan di tengah kunjungan kerja tersebut melukai perasaan rakyat yang sedang berjuang menghadapi tekanan ekonomi dan gelombang pemutusan hubungan kerja.

“Ada indikasi inkonsistensi antara kebijakan penghematan anggaran dengan mobilitas Prabowo ke luar negeri yang frekuensinya tinggi,” ujar Masduki, Peneliti, dikutip pada 25 April 2026.

Amien Rais juga mengkritik sikap diam para ulama dan tokoh agama yang tidak bersuara ketika isu moralitas mulai bersinggungan dengan lingkaran dalam kekuasaan di Istana Negara.

Tudingan Amien ini langsung mendapat reaksi keras dari pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital yang melabeli konten tersebut sebagai hoaks, fitnah, dan mengandung ujaran kebencian.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyatakan bahwa narasi tersebut merupakan upaya provokatif untuk merendahkan martabat pimpinan tertinggi negara tanpa didasari oleh bukti fakta yang kuat.

“Komdigi menegaskan bahwa isi video tersebut adalah Hoaks, Fitnah serta mengandung Ujaran Kebencian,” tegas Meutya Hafid dalam pernyataan tertulisnya pada Jumat (1/5/2026). ***

Baca Juga :  Ancam APBN, The Economist Sebut Prabowo Rusak Disiplin Fiskal