nusantaramerdeka.id — Presiden Prabowo Subianto melakukan aksi spontan melempar kemeja safari cokelatnya ke arah kerumunan ratusan ribu buruh dalam perayaan May Day di Monas, Jakarta, Jumat (1/5/2026). Langkah emosional ini menutup pidato kerakyatan yang membawa kabar gembira berupa penandatanganan sejumlah regulasi strategis untuk melindungi hak-hak pekerja di seluruh Indonesia.
Kehadiran Presiden di tengah massa buruh menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak lagi menjaga jarak dengan kelas pekerja dalam pengambilan kebijakan nasional. Prabowo menegaskan bahwa kedaulatan bangsa hanya bisa tegak jika para buruh, termasuk pengemudi ojek online (ojol), mendapatkan keadilan ekonomi yang nyata.
Prabowo secara mengejutkan menandatangani Perpres Nomor 27 Tahun 2026 yang menetapkan potongan aplikator ojol maksimal delapan persen, lebih rendah dari tuntutan buruh sebesar 10 persen. Selain itu, pemerintah resmi menetapkan sosok pejuang buruh Marsinah sebagai Pahlawan Nasional melalui Surat Keputusan Presiden terbaru.
“Saya katakan di sini saya tidak setuju 10 persen. Harus di bawah 10 persen. Lo yang keringat dia yang dapet duit, sori aje,” tegas Presiden Prabowo Subianto di atas panggung Monas, Jumat (1/5/2026).
Presiden juga mengumumkan alokasi anggaran perlindungan sosial sebesar Rp500 triliun untuk masyarakat berpenghasilan rendah sepanjang tahun 2026. Pemerintah berkomitmen mempercepat pembahasan RUU Ketenagakerjaan agar selesai tahun ini guna memberikan kepastian hukum bagi jutaan pekerja yang terancam ketidakpastian ekonomi global.
“Mami mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah menepati janji May Day, termasuk mengangkat Ibu Marsinah menjadi Pahlawan Nasional,” ujar Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea, Jumat (1/5/2026).
Aksi heroik di panggung Monas ditutup dengan keberangkatan Presiden menggunakan kendaraan Maung produksi Pindad untuk menyapa massa secara langsung. Meskipun mendapat kritik dari kelompok tertentu, langkah Prabowo hari ini dianggap sebagai bukti nyata politik keberpihakan yang lugas dan tanpa basa-basi.***