NusantaraMerdeka.id – Polisi mengungkap pemilik satu pucuk senjata api yang ditemukan bersama 995 airsoft gun di sebuah sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Sementara itu, pihak PT Lokta Karya Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) menyatakan 995 airsoft gun tersebut merupakan milik perusahaan dan telah memiliki izin resmi.
Temuan ratusan senjata itu sebelumnya menghebohkan setelah polisi menerima laporan terkait barang-barang yang disimpan di salah satu ruangan yayasan sekolah. Polisi kemudian melakukan pendalaman untuk mengetahui asal-usul, kepemilikan, serta peruntukan senjata tersebut.
995 Airsoft Gun Disebut Milik PT Lokta Karya Perbakin
Direktur Utama PT Lokta Karya Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin), Alhadid Endar Putra, membenarkan bahwa 995 pucuk senjata yang ditemukan merupakan airsoft gun milik perusahaan tersebut. Ia juga menyebut seluruh airsoft gun itu memiliki izin resmi.
Alhadid yang juga menjadi kuasa mantan ketua yayasan berinisial IWD mengatakan telah memberikan keterangan kepada penyidik Polres Metro Jakarta Selatan. Ia turut menunjukkan surat izin kepemilikan airsoft gun kepada polisi.
“Benar, itu milik Lokta Karya Perbakin. Itu sudah jelas, ada izinnya yang 995 pucuk itu berupa airsoft gun,” ujar Alhadid, Jumat (7/8/2026).
Berdasarkan penjelasan tersebut, 995 pucuk yang ditemukan bukan seluruhnya merupakan senjata api. Ratusan barang itu terdiri dari beberapa jenis senapan dan pistol angin.
| Jenis | Jumlah | Kaliber |
|---|---|---|
| Senapan angin | 4 pucuk | 4,5 mm |
| Pistol angin | 215 pucuk | 4,5 mm |
| Revolver angin | 776 pucuk | 4,5 mm |
| Total | 995 pucuk | 4,5 mm |
Disimpan untuk Rencana Ekskul Menembak
Alhadid menjelaskan, ratusan airsoft gun tersebut disimpan di gudang sekolah karena sebelumnya ada rencana mengadakan kegiatan ekstrakurikuler menembak. Kegiatan tersebut disebut berkaitan dengan program olahraga menembak di lingkungan sekolah.
Menurut dia, keberadaan airsoft gun di sekolah bukan untuk kegiatan yang melanggar hukum. Ia menegaskan barang tersebut merupakan perlengkapan yang telah memiliki izin.
Polisi sendiri masih mendalami alasan ratusan airsoft gun impor tersebut berada di lingkungan sekolah. Penyidik juga menelusuri mengapa barang-barang itu disimpan di ruangan yang sebelumnya digunakan oleh mantan ketua yayasan berinisial IWD.
Polisi Ungkap Pemilik Satu Senjata Api
Selain 995 airsoft gun, polisi menemukan satu pucuk senjata api jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 gauge. Polisi menyebut senjata api tersebut memiliki pemilik yang berbeda dari 995 airsoft gun.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan pemilik senjata api tersebut berinisial DS. Berdasarkan penelusuran kepolisian, DS merupakan direktur PT Lokta Karya Perbakin.
“Jadi kalau dilihat penelusuran dari identitas ini yang bersangkutan merupakan direktur ya, terhadap suatu perusahaan PT LKP. LKP ini terkait tentang impor senjata angin ataupun senjata airsoft gun,” kata Budi, Jumat (7/8/2026).
Namun, polisi menemukan fakta bahwa DS telah meninggal dunia pada 2020. Senjata tersebut kemudian diamankan untuk kepentingan penelusuran lebih lanjut.
“Dari hasil pendalaman Direktorat Intelkam Subdit Wasendak menemukan bahwa Saudara DS sudah meninggal dunia tahun 2020. Sehingga senjata ini diamankan untuk penelusuran lebih lanjut,” ujar Budi.
Mantan Ketua Yayasan Akan Diperiksa
Temuan ratusan airsoft gun dan satu senjata api itu berada di ruangan yang sebelumnya digunakan oleh mantan ketua yayasan berinisial IWD. Polisi berencana meminta keterangan IWD untuk mengetahui lebih jauh mengenai keberadaan barang-barang tersebut.
Pemeriksaan terhadap IWD menjadi bagian dari pendalaman polisi untuk mengetahui hubungan antara ruangan penyimpanan, pihak sekolah, PT Lokta Karya Perbakin, serta barang-barang yang ditemukan di lokasi.
Dengan demikian, berdasarkan keterangan sementara yang disampaikan pihak terkait, 995 pucuk yang ditemukan merupakan airsoft gun milik PT Lokta Karya Perbakin dan disebut telah memiliki izin. Sementara satu pucuk senjata api jenis Franchi SPAS-15 disebut berkaitan dengan DS, yang menurut polisi telah meninggal dunia sejak 2020.