Jenderal Dan Caine Cari Jalan Amerika Serikat Keluar dari Perang Iran

Jenderal Dan Caine

NusantaraMerdeka.id – Jenderal Dan Caine, Ketua Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat, disebut sedang mencari jalan keluar dari perang Iran. Langkah itu muncul karena sejumlah opsi militer untuk meningkatkan konflik dinilai dapat menjadi bumerang, sementara kekuatan udara saja kemungkinan tidak cukup mencapai tujuan Presiden Donald Trump.

Laporan CNN pada Sabtu (8/8/2026), yang mengutip tiga sumber yang mengetahui persoalan tersebut, menyebut Caine telah menyampaikan kekhawatiran itu kepada sejumlah penasihat utama Trump. Pembahasan tersebut dilakukan untuk memperjelas keterbatasan dan risiko pilihan militer sebelum persoalan itu dibahas bersama presiden.

Caine Koordinasi dengan Pejabat Senior Trump

Caine disebut telah membahas kemungkinan mencari jalan keluar dari perang Iran dengan sejumlah pejabat senior pemerintahan Trump. Mereka termasuk Direktur CIA John Ratcliffe, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan Wakil Presiden JD Vance.

Jenderal tertinggi AS itu juga berdiskusi secara pribadi dengan beberapa penasihat utama Trump yang sepaham. Langkah tersebut ditujukan untuk memfasilitasi koordinasi antarlembaga dan memastikan para pejabat memiliki pemahaman yang sama sebelum bertemu dengan Trump.

Baca Juga :  Teror Hanukkah Guncang Sydney, 11 Tewas di Pantai Bondi

Dalam pembicaraan itu, Caine disebut mengangkat keterbatasan dan jebakan dari berbagai opsi militer untuk meningkatkan konflik. Pilihan tersebut termasuk skenario yang tidak melibatkan pengerahan pasukan AS di darat.

Salah satu sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut mengatakan, “Caine sedang mencari jalan keluar.” Pernyataan itu memperlihatkan bahwa pencarian opsi untuk mengakhiri konflik telah menjadi bagian dari pembahasan di antara pejabat senior keamanan nasional AS.

Serangan Udara Dinilai Belum Tentu Capai Tujuan

Trump secara konsisten tampak menentang pengerahan pasukan darat ke Iran. Ia justru mengisyaratkan keyakinan bahwa pengeboman udara dapat memaksa Iran menyetujui kesepakatan sesuai persyaratan yang diajukannya.

Namun, Caine dan sejumlah pejabat dalam kabinet Trump disebut menilai hasil tersebut tidak mungkin dicapai dengan mudah. Kekhawatiran itu membuat efektivitas serangan udara menjadi bagian penting dalam pembahasan mengenai pilihan AS selanjutnya.

Sumber CNN menyebut Caine secara pribadi berpandangan bahwa tidak ada solusi militer yang mudah untuk mengakhiri perang Iran. Karena itu, peningkatan serangan tidak otomatis berarti konflik dapat segera berakhir sesuai tujuan politik Washington.

Baca Juga :  Trump Klaim Tak Butuh Hukum Internasional demi Ambisi Greenland

Salah satu sumber menilai sikap Caine berkaitan dengan upaya melindungi militer AS dari pilihan yang berisiko. “Saya pikir itu hanyalah caranya untuk melindungi militer,” kata sumber tersebut kepada CNN.

Gedung Putih Tetap Puji Peran Caine

Di tengah laporan mengenai kekhawatiran Caine, Gedung Putih tetap memuji kontribusinya dalam tim keamanan nasional Trump. Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan Caine merupakan aset penting bagi tim keamanan nasional presiden.

Jenderal Caine adalah aset yang luar biasa bagi tim keamanan nasional Presiden Trump, dan keberhasilan luar biasa dari Operasi Epic Fury, Midnight Hammer, dan Absolute Resolve telah terbukti,” kata pejabat tersebut kepada CNN.

Pejabat itu menambahkan bahwa Caine selalu memberikan informasi yang akurat dan tidak bias serta sejumlah pilihan kepada Trump sebagai Panglima Tertinggi. Keputusan akhir tetap berada di tangan Trump berdasarkan apa yang dinilainya terbaik bagi keamanan nasional AS.

Sementara itu, Caine bersama sejumlah pejabat senior pemerintahan Trump masih membahas keterbatasan opsi militer dan kemungkinan jalan keluar dari konflik Iran, menurut sumber-sumber yang dikutip CNN.

Baca Juga :  Rusia Ancam Tingkatkan Serangan ke Kyiv Usai Moskow Dihantam Drone Ukraina