Pecah Tradisi, Presiden Prabowo Ambil Alih Pidato KEM-PPKF di DPR RI

Prabowo di DPR

nusantaramerdeka.id — Presiden Prabowo Subianto memecahkan tradisi ketatanegaraan dengan menghadiri langsung Rapat Paripurna ke-19 di Gedung Nusantara DPR RI untuk menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 pada Rabu, 20 Mei 2026. Langkah berani ini diambil tepat saat pasar keuangan domestik diguncang sentimen negatif yang hebat.

Kehadiran kepala negara di podium parlemen membalikkan kebiasaan tahunan yang biasanya didelegasikan kepada Menteri Keuangan. Intervensi langsung ini menjadi sinyal ketegasan pemerintah untuk menstabilkan kondisi makroekonomi nasional yang sedang berada di bawah tekanan eksternal.

Langkah politik ini mencetak sejarah baru karena untuk pertama kalinya seorang Presiden RI memimpin langsung pemaparan desain awal APBN di hadapan seluruh anggota dewan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa tidak ada aturan hukum yang dilanggar dalam keputusan mendadak ini. “Ini sejarah untuk pertama kali Presiden menyampaikan pidato dalam KEM-PPKF. Kan bebas, nggak ada hukumnya, kan? Saya pikir nggak ada undang-undangnya,” ujarnya di Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.

Baca Juga :  DPR Seret Kemenhan dan TNI Buntut Lima Calon Manajer Kopdes Tewas

Momentum Hari Kebangkitan Nasional sengaja dipilih untuk menggalang persatuan politik di parlemen. Pemerintah membutuhkan dukungan penuh dari seluruh fraksi demi mengamankan target-target pertumbuhan ekonomi yang mulai melambat.

Aksi ambil alih podium oleh Presiden disinyalir kuat merupakan respons taktis atas anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 3,46 persen ke level 6.370 serta melemahnya nilai tukar rupiah hingga menembus Rp17.706 per dolar AS. Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Andreas Hugo Pareira menilai kehadiran fisik kepala negara mengonfirmasi adanya anomali situasi ekonomi nasional. “Dugaan saya, pasti ini karena situasi khusus. Sebab, jika situasinya biasa-biasa saja atau normal, seharusnya Presiden cukup menugaskan Menteri Keuangan,” cetusnya pada Selasa, 19 Mei 2026.

Ketegasan figur kepemimpinan tertinggi di negara ini sangat dinantikan oleh para pelaku pasar modal global. Sinyal disiplin fiskal dari Presiden diharapkan mampu menahan arus modal keluar dan memicu pemulihan teknis di bursa saham pekan ini. ***