Militer Israel Bajak Kapal Kemanusiaan, 9 WNI Resmi Ditangkap

Kapal dari Armada Global Sumud menuju Gaza

nusantaramerdeka.id — Pasukan elite militer Israel secara brutal membajak kapal kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional Mediterania Timur dan resmi menahan 9x warga negara Indonesia (WNI) hingga Rabu, 20 Mei 2026. Aksi pembajakan bersenjata sejauh 310 mil laut dari Gaza ini menyasar armada sipil pengangkut bahan pangan dan obat-obatan.

Agresi sepihak di wilayah laut lepas dekat Siprus tersebut merupakan pelanggaran fatal terhadap kebebasan navigasi internasional. Empat jurnalis nasional dan lima relawan kemanusiaan Indonesia kini disandera di atas kapal yang dijadikan penjara terapung oleh otoritas Tel Aviv.

Pembajakan massal yang menyasar total 40 kapal bantuan ini menuai protes keras karena dilakukan di zona perairan bebas. Juru Bicara I Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, mengutuk keras operasi militer yang menargetkan para aktivis pembela Palestina tersebut. “Kementerian Luar Negeri mengutuk keras tindakan militer Israel yang mencegah sejumlah kapal dan menangkap relawan WNI yang tergabung dalam rombongan Misi Kemanusiaan International Global Sumud Flotilla,” tegasnya dalam pernyataan video, Selasa, 19 Mei 2026.

Baca Juga :  Buktinya Ben Gvir, Narasi Israel Soal Misi Gaza Runtuh

Penangkapan bertahap membuktikan ketakutan pihak Israel terhadap solidaritas sipil global. Empat WNI di kapal Kastri Sadabad dan Zephyro sempat lolos dari sergapan awal sebelum akhirnya dikepung drone dan ditangkap paksa.

Upaya penyelamatan seluruh jurnalis dan relawan kini terbentur tembok diplomatik karena Indonesia tidak memiliki hubungan formal dengan Israel. Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, menyatakan pemerintah bergerak cepat menggalang kekuatan negara ketiga untuk melacak posisi koordinat para sandera. “Saya sudah komunikasi dengan Kemlu untuk segera melakukan pendekatan melalui jalur diplomasi,” ujarnya pada Selasa, 19 Mei 2026.

Sebelum hilang kontak akibat blokade sinyal militer, jurnalis Tempo TV Andre Prasetyo Nugroho sempat mengirimkan pesan darurat lewat rekaman video. “Apabila kawan-kawan melihat video ini, berarti tandanya saya sudah di-intersep atau diculik oleh zionis Israel,” ungkapnya dalam rekaman yang beredar Senin, 18 Mei 2026. ***