NASA Bangun Pangkalan Bulan Senilai 20 Miliar Dolar AS Secara Mandiri

Ilustrasi Pangkalan Bulan

nusantaramerdeka.id — NASA secara resmi membatalkan rencana pembangunan stasiun luar angkasa Lunar Gateway dan mengalihkan seluruh sumber daya untuk membangun pangkalan permanen di permukaan Bulan senilai 20 miliar dolar AS.

Administrator NASA yang baru, Jared Isaacman, menegaskan perubahan strategi besar ini bertujuan untuk memastikan dominasi Amerika Serikat di antariksa. Keputusan ini diambil guna mengejar ketertinggalan dari Tiongkok yang menargetkan pendaratan di Bulan pada 2030.

NASA tidak akan lagi bergantung sepenuhnya pada kontraktor luar yang lambat dalam bekerja. Isaacman ingin badan antariksa ini kembali mandiri dan memiliki frekuensi peluncuran yang jauh lebih tinggi dari sebelumnya.

Percepatan Pembangunan Pangkalan Permukaan Bulan

Strategi baru ini akan menggunakan komponen yang awalnya untuk Gateway guna membangun infrastruktur di Kutub Selatan Bulan. Kawasan ini menjadi target utama karena cadangan air es yang krusial untuk bahan bakar dan konsumsi.

“NASA berkomitmen untuk sekali lagi mencapai hal yang hampir mustahil: kembali ke Bulan sebelum akhir masa jabatan Presiden Trump, membangun pangkalan di Bulan, membangun kehadiran abadi,” tegas Jared Isaacman pada acara Ignition Day di Washington D.C., 24 Maret 2026.

Baca Juga :  Prabowo ke Amerika, Siapkan Agreement on Reciprocal Trade

Isaacman menambahkan bahwa perbedaan antara sukses dan gagal kini diukur dalam hitungan bulan, bukan tahun lagi. Ia memperingatkan bahwa AS bisa saja terlambat jika tidak melakukan perombakan operasional besar-besaran sekarang.

Keamanan Nasional dan Persaingan Global

Keputusan ini juga dipicu oleh persaingan geopolitik yang semakin memanas dengan blok Tiongkok dan Rusia. Amerika Serikat merasa kepemimpinannya di medan tinggi antariksa mulai tertantang oleh kemajuan teknologi pihak lawan.

Pangkalan ini direncanakan rampung dalam tiga fase hingga tahun 2031 mendatang. Fase awal akan difokuskan pada pendaratan robotik massal untuk memetakan lokasi dan menyiapkan infrastruktur dasar kelistrikan serta navigasi.

“Hasilnya menjadi kurang penting, keterampilan memudar, dan kini kami menemukan diri kami dengan saingan geopolitik nyata yang menantang kepemimpinan Amerika,” kata Jared Isaacman dalam pidatonya pada 24 Maret 2026.

Dana sebesar 25 miliar dolar AS telah disetujui Kongres untuk tahun anggaran 2026 ini. Hal tersebut menunjukkan dukungan politik yang kuat terhadap visi baru NASA dalam memenangkan perlombaan antariksa abad ke-21. ***

Baca Juga :  Iran Rudal Israel Balas Dendam Pelanggaran Gencatan Senjata