Militer Israel Bajak Kapal Kemanusiaan, Lima WNI Resmi Diculik

Kapal-kapal Aktivis menuju Gaza

nusantaramerdeka.id — Militer Israel mencegat paksa armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional dekat Siprus dan menahan lima warga negara Indonesia pada Senin, 18 Mei 2026. Pembajakan bersenjata ini memicu aktivasi protokol darurat internasional setelah komunikasi dengan ratusan relawan dunia terputus total.

Penyergapan brutal oleh komando Angkatan Laut Israel bersenjata lengkap terjadi pukul 11.00 waktu Turki di jarak 200 mil dari target daratan Gaza. Empat kapal perang zionis mengepung konvoi, menurunkan sekoci penyerbu, dan memaksa sedikitnya 10 kapal logistik sipil mematikan mesin.

Keberanian WNI Hadapi Moncong Senjata
Aksi pembajakan bersenjata di tengah laut ini direspons dengan perlawanan damai berupa pengiriman video SOS terencana oleh para delegasi Indonesia sebelum komunikasi diputus paksa. Jurnalis Republika, Bambang Noroyono, sempat merekam pernyataan darurat seraya mengacungkan paspor Republik Indonesia ke kamera.

“Jika Anda menemukan video ini, mohon disampaikan kepada Pemerintah Republik Indonesia bahwa saya saat ini dalam penculikan tentara Zionis Israel,” ujar Bambang dalam rekaman video berdurasi 53 detik tersebut.

Baca Juga :  Itamar Ben Gvir Dikecam PBB hingga Jerman Usai Tunjukkan Proyek Eksekusi

Koordinator Media Global Peace Convoy Indonesia, Harfin Naqsyabandy, mengonfirmasi data perwira terkait nasib para delegasi pada Senin malam pukul 21.20 WIB. “Lima delegasi diculik, empat masih berlayar,” tegas Harfin saat memaparkan pemisahan kondisi tim di lapangan.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia langsung mengambil sikap tegas atas pelanggaran hukum maritim internasional yang dilakukan oleh angkatan laut zionis di perairan bebas. Otoritas diplomatik menuntut jaminan keselamatan penuh bagi seluruh aset dan warga negara.

“Kemlu RI mengecam keras tindakan Militer Israel yang telah mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan internasional,” cetus Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, Senin, 18 Mei 2026.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, mendesak langkah politik luar negeri yang jauh lebih agresif guna menekan sekutu zionis di panggung Perserikatan Bangsa-Bangsa. “Saya mendukung pemerintah RI lebih tegas untuk mendesak DK PBB dan AS melobi Israel agar membebaskan para aktivis,” tuntut Sukamta di Jakarta.

Negara harus hadir menggunakan segala instrumen kekuasaan untuk menjemput para pejuang kemanusiaan yang disandera di Pelabuhan Ashdod. Manuver sepihak militer zionis terhadap warga sipil tanpa senjata adalah tindakan pengecut yang melanggar hukum humaniter internasional. ***

Baca Juga :  Gempa Kolombia M7,4 Tewaskan 265 Orang, 496 Masih Hilang