Daerah

Banjir di Padang, Ini Dua Fase Bantuan Kemensos untuk Korban

Proses evakuasi dari korban banjir di Padang, 10/10/2026
Proses evakuasi dari korban banjir di Padang, 10/10/2026

Padang, NusantaraMerdeka.id - Kementerian Sosial (Kemensos) menyiapkan bantuan dalam dua fase bagi korban banjir di Padang, Sumatera Barat, mulai dari penanganan darurat hingga pemulihan pascabencana. Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, bantuan tersebut mencakup kebutuhan dasar pengungsi, santunan bagi korban, bantuan perbaikan rumah, hingga dukungan untuk memulihkan ekonomi keluarga terdampak, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Banjir di Padang Ditangani Melalui Dua Fase Bantuan

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menjelaskan bahwa pemerintah membagi bantuan bencana menjadi dua tahap, yakni fase kedaruratan dan fase pemulihan. Skema ini diterapkan untuk memastikan kebutuhan mendesak korban terpenuhi sekaligus membantu mereka kembali menjalani kehidupan setelah bencana.

Ia menyampaikan hal tersebut seusai meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 4 DKI Jakarta di Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (11/10/2026).

"Jadi, setiap ada bencana, baik alam maupun non-alam, kami diberi tugas oleh Presiden untuk memberikan bantuan di dua fase," kata Gus Ipul.

Pada fase pertama, Kemensos memberikan dukungan ketika bencana baru terjadi dan warga masih membutuhkan penanganan darurat. Bantuan disesuaikan dengan persediaan logistik yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Bantuan Darurat Meliputi Makanan hingga Dapur Umum

Bantuan pada masa kedaruratan mencakup pakaian, makanan siap saji, tenda, matras, serta berbagai perlengkapan untuk kebutuhan sehari-hari. Persediaan tersebut ditempatkan di sejumlah lokasi, termasuk gudang dinas sosial tingkat provinsi dan kabupaten serta lumbung sosial.

Ketersediaan logistik di berbagai titik tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mendukung penanganan warga saat kondisi darurat. Namun, jenis dan jumlah bantuan yang disalurkan tetap menyesuaikan kebutuhan di lapangan serta persediaan yang tersedia.

Selain logistik, Kemensos turut mendukung penyediaan dapur umum bagi pengungsi. Pelaksanaannya biasanya melibatkan kerja sama dengan TNI, Polri, dan pemerintah daerah agar kebutuhan makanan warga terdampak dapat terpenuhi.

Dukungan dapur umum menjadi penting ketika warga tidak dapat memasak sendiri karena rumah rusak, akses terbatas, atau fasilitas sehari-hari belum bisa digunakan setelah banjir.

Bantuan Pemulihan untuk Rumah Rusak dan Keluarga Terdampak

Fase kedua adalah pemulihan atau pascakearuratan. Pada tahap ini, bantuan tidak lagi hanya berfokus pada kebutuhan mendesak, tetapi juga diarahkan untuk membantu keluarga memperbaiki kondisi kehidupan setelah bencana.

Gus Ipul menyebut bantuan pemulihan meliputi santunan bagi korban meninggal dunia dan korban yang mengalami luka berat. Kemensos juga menyiapkan bantuan tunai untuk renovasi rumah berdasarkan kategori kerusakan, yakni berat, sedang, dan ringan.

Keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan berat juga dapat memperoleh dukungan untuk membeli isi rumah. Bantuan tersebut diberikan per keluarga, dengan tujuan membantu mereka memenuhi kembali kebutuhan rumah tangga yang terdampak bencana.

Selain perbaikan tempat tinggal, Kemensos menyiapkan dukungan pemberdayaan ekonomi keluarga. Bantuan ini diarahkan untuk membantu masyarakat memulihkan sumber penghidupan setelah aktivitas sehari-hari dan pekerjaan mereka terganggu akibat bencana.

Jaminan Hidup Rp15.000 per Orang per Hari

Salah satu bentuk bantuan pada fase pemulihan adalah jaminan hidup sebesar Rp15.000 per individu per hari selama tiga bulan. Bantuan ini menjadi bagian dari dukungan sosial bagi keluarga terdampak dalam menjalani masa pemulihan.

Besaran tersebut merupakan skema jaminan hidup yang disampaikan Kemensos. Penyaluran kepada warga terdampak tetap membutuhkan pendataan keluarga penerima dan koordinasi dengan pihak terkait.

Gus Ipul mengatakan Kemensos bekerja di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk memperoleh data keluarga terdampak. Dalam penyaluran bantuan, Kemensos juga bekerja sama dengan perbankan dan PT Pos.

"Di setiap bencana, kami selalu hadir sesuai dengan program yang kami miliki dan bekerja sama dengan lembaga lain. Kami di bawah koordinasi BNPB," ujar Gus Ipul.

Rincian mengenai penerima, jumlah bantuan yang benar-benar disalurkan, dan jadwal penyaluran khusus bagi korban banjir di Padang belum dijelaskan dalam keterangan tersebut. Karena itu, bentuk bantuan yang disebutkan Kemensos perlu dibedakan dari kepastian bahwa seluruh skema telah diterima setiap keluarga terdampak.