Rentetan Gempa Dunia Jadi Tamparan Keras Ketahanan Infrastruktur Nasional

Gempa Venezuela

nusantaramerdeka.id — Rentetan gempa bumi berkekuatan besar mengguncang tiga wilayah dunia secara beruntun sejak Rabu sore hingga Kamis pagi demi menjadi alarm keras yang menuntut evaluasi total ketahanan infrastruktur nasional di Indonesia.

Eskalasi tektonik global ini meletus dalam kurun waktu kurang dari 24 jam di California Utara dengan magnitudo 5,6, disusul guncangan hebat magnitudo 7,5 di Venezuela, hingga aktivitas subduksi lempeng magnitudo 6,9 di Iwate, Jepang.

Ancaman Nyata Sesar Aktif Dunia

Guncangan di pesisir California Utara tercatat sebagai yang terkuat sejak 1940, sementara di Venezuela, gempa meruntuhkan bangunan kota dan memaksa status darurat nasional segera ditetapkan akibat kerusakan masif.

Menteri Dalam Negeri Venezuela Diosdado Cabello pada Kamis menegaskan situasi darurat tersebut dengan menyerukan instruksi tegas kepada warga di area terdampak.

“Kami meminta masyarakat tetap berada di luar ruangan jika gempa susulan terjadi dan berpotensi menimbulkan kerusakan tambahan pada bangunan,” ujar Diosdado Cabello dalam keterangan resminya.

Evaluasi Total Ketahanan Bangunan

Indonesia yang berada di jalur Cincin Api Pasifik tidak boleh lagi abai terhadap standar keselamatan konstruksi sipil yang saat ini masih dipenuhi kompromi.

Baca Juga :  Beras Analog Uwi Dorong Diversifikasi Pangan Nasional

Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Daryono secara tegas menyatakan bahwa ancaman terbesar bukanlah getaran bumi, melainkan buruknya kualitas bangunan domestik.

“Rentetan peristiwa ini mengingatkan kembali bahwa gempa bumi tidak pernah membunuh, melainkan runtuhnya struktur bangunan yang menjadi ancaman utama,” tegas Daryono pada Kamis.

Pemerintah harus bertindak bernyali dengan menegakkan regulasi tata ruang yang ketat dan menghentikan izin pembangunan gedung yang abai terhadap sertifikasi tahan gempa di seluruh wilayah rawan. ***