nusantaramerdeka.id — Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menegaskan program Makan Bergizi Gratis tidak akan dihentikan demi mengamankan masa depan generasi muda, menanggapi tuntutan demonstrasi mahasiswa di Bundaran HI. Pemerintah menolak mundur karena program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini berdampak langsung pada penurunan stunting nasional.
Negara tidak boleh goyah oleh tekanan massa ketika memperjuangkan pemenuhan gizi hakiki untuk anak sekolah dan ibu hamil. Dinamika operasional di lapangan dinilai sebagai hal wajar yang akan diselesaikan lewat evaluasi total, bukan pembatalan.
Lawan Tekanan Evaluasi Jalan Terus
Qodari menyatakan bahwa kendala lapangan tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan program yang manfaatnya nyata dirasakan masyarakat bawah. “Tetapi masalah itu bukan berarti membuat kita berhenti. Bukan membuat kita mundur. Kita evaluasi,” ujar Qodari dalam keterangan tertulis Bakom pada Minggu, 14 Juni 2026.
Pernyataan keras ini menanggapi aksi BEM UI pada Jumat, 12 Juni 2026, yang menuntut pembatalan alokasi anggaran program tersebut. Pemerintah memilih bertahan demi memastikan intervensi gizi bagi kelompok rentan di seluruh pelosok negeri tetap berjalan.
Sikat Masalah Tata Kelola Lapangan
Badan Gizi Nasional langsung mengambil langkah berani dengan membekukan sementara proyek Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang belum beroperasi. Penataan ini dilakukan untuk membersihkan sistem dari potensi pemborosan anggaran yang tidak efektif di tingkat daerah.
Sikap tegas ini membuktikan komitmen kabinet dalam menjaga akuntabilitas pelaksanaan kebijakan tanpa mengorbankan hak makan anak-anak. Gerakan pembenahan internal berjalan paralel dengan operasionalisasi distribusi makanan yang sudah aktif. ***