Prabowo Tantang VKTR Jadi “Champion” Otomotif Hijau Indonesia

Presiden Prabowo meresmikan pabrik mobil listrik di Magelang

nusantaramerdeka.id — Presiden Prabowo Subianto resmi menantang PT VKTR Sakti Industries (VKTS) menjadi “National Champion” otomotif hijau saat meresmikan pabrik perakitan bus dan truk listrik berbasis CKD pertama di Magelang pada Kamis, 9 April 2026.

Pabrik ini berdiri gagah di atas lahan 4,05 hektar dengan ambisi besar memproduksi hingga 10.000 unit kendaraan per tahun. Langkah strategis ini menjadi sinyal kuat kemandirian industri transportasi nasional di tanah air.

Presiden menegaskan bahwa Indonesia harus memiliki taring di kancah global melalui merek lokal yang kuat. Beliau berharap VKTR mampu menyusul kesuksesan raksasa otomotif dunia dari Jepang dan Korea Selatan.

“Kalau Jepang punya Isuzu, punya Hino, kalau Korea punya Hyundai, Daewoo, saya berharap berapa tahun lagi kita akan melihat VKTR sebagai salah satu champion dari Indonesia,” — tegas Presiden Prabowo Subianto pada 9 April 2026.

Sistem perakitan Completely Knocked Down (CKD) yang diterapkan menjadi pembeda utama pabrik ini dibanding fasilitas lainnya. Metode tersebut memungkinkan transfer teknologi secara masif kepada tenaga kerja lokal secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Pemkot Jakbar Beri Kompensasi Pedagang Kota Tua Terdampak Syuting Lisa BLACKPINK

Investasi pembangunan fasilitas canggih ini mencapai Rp 300 miliar yang merupakan kolaborasi antara VKTR dan Karoseri Tri Sakti. Total ekosistem kendaraan listrik ini diproyeksikan menyerap dana investasi hingga Rp 5 triliun.

Lompatan Kedaulatan Industri Hijau Nasional

Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) saat ini sudah melampaui angka 40 persen bagi produk bus listrik. Pemerintah menargetkan angka tersebut melonjak tajam hingga 80 persen dalam empat tahun mendatang.

Kedaulatan industri tidak boleh sekadar menjadi pajangan di atas kertas atau slogan semata. Pembangunan pabrik ini membuktikan nyali besar anak bangsa dalam merebut teknologi transportasi masa depan yang ramah lingkungan.

Produk yang dihasilkan membawa identitas nasional yang sangat kuat seperti Bus Tidar HF 12 dan Truk Musi. Nama-nama legendaris ini mencerminkan semangat budaya yang menyatu dengan teknologi otomotif mutakhir.

“Nama-nama ini mencerminkan komitmen VKTR untuk menghadirkan produk yang didorong teknologi sekaligus kaya makna budaya dan identitas lokal,” — ujar Direktur Utama VKTR, Gilarsi W. Setijono, pada April 2026.

Baca Juga :  Pertamina Siap Kembalikan Hak, DPR Perintahkan Pembukaan Blokir Ribuan Dokumen Tanah EV Surabaya

Kemitraan global dengan raksasa BYD tetap dijaga demi menjamin standar kualitas internasional. Namun, kendali utama tetap berada di tangan Indonesia melalui proses perakitan yang dilakukan di Magelang.

Target Ambisius Memutus Rantai Impor

VKTR kini memegang posisi strategis sebagai salah satu penyedia utama bus listrik untuk armada Transjakarta. Sebanyak 152 unit bus ditargetkan mulai mengaspal melayani publik pada tahun 2026 ini.

Langkah nyata ini efektif mereduksi emisi karbon hingga mencapai angka 13.000 ton CO2. Jumlah tersebut setara dengan aksi nyata penanaman ratusan ribu pohon di seluruh wilayah Indonesia.

Fasilitas di Magelang ini juga berkontribusi langsung pada penciptaan lapangan kerja hijau bagi masyarakat. Ini adalah bukti bahwa industri modern bisa berjalan beriringan dengan upaya peningkatan kesejahteraan rakyat.

Pangsa pasar bus listrik nasional ditargetkan mampu dikuasai hingga 30 persen pada tahun 2030 nanti. Strategi ini menjadi fondasi agar Indonesia tidak lagi sekadar menjadi pasar bagi produk otomotif asing.

Negara memberikan dukungan penuh melalui regulasi percepatan kendaraan listrik berbasis baterai secara konsisten. Kehadiran pabrik ini adalah jawaban telak atas tantangan industrialisasi nasional di era transisi energi global. ***

Baca Juga :  Sikat Dalih Birokrat, Eri Cahyadi Copot Lurah Tambak Wedi