13 Siswa SMAN 4 Semarang Guncang 10 Kota Thailand Lewat Ratoh Jaroe

Tim Ratoh Jaroe SMAN 4 Semarang

nusantaramerdeka.id — Delegasi seni SMAN 4 Semarang (SMAPA) resmi bertolak menuju Thailand pada Sabtu malam, 4 April 2026, untuk menjalankan misi diplomasi budaya bertajuk Thailand International Folklore Festival 2026.

Sebanyak 13 siswi pilihan terbang melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta guna membawa nama harum Indonesia di panggung internasional. Mereka dijadwalkan melakukan roadshow budaya secara maraton di 10 kota strategis Thailand selama sembilan hari ke depan.

Tim asuhan pelatih Zulfikar ini membawa misi besar untuk mempertahankan reputasi gemilang Indonesia. Tercatat, tim Ratoh Jaroe SMAPA memiliki rekam jejak mentereng sebagai penampil terbaik tiga kali berturut-turut pada ajang serupa sebelum masa pandemi.

“Ini bukan hanya soal tampil di panggung internasional, tetapi bagaimana anak-anak bisa menjadi duta budaya yang memperkenalkan identitas Indonesia dengan penuh kebanggaan,” tegas Guru Pembimbing, Rinayanti Budi Harpeningtyas, Sabtu (4/4/2026).

Ekspansi Budaya di 10 Kota Strategis Gajah Putih

Rute roadshow kali ini mencakup wilayah Samut Prakan, Bangkok, hingga provinsi perbatasan seperti Sisaket. Kehadiran tim ini menjadi instrumen penting dalam mengenalkan nilai-nilai filosofis dan religius yang terkandung dalam dinamika gerak cepat tarian asal Aceh tersebut.

Baca Juga :  Dua Perusahaan Garmen Jateng Bangkrut 1400 Buruh Terancam PHK

Keikutsertaan Indonesia dalam festival yang diikuti oleh tujuh negara ini menjadi ajang pembuktian kualitas seni tradisional tanah air. Persiapan matang melalui latihan disiplin ketat menjadi modal utama para siswi untuk menghadapi persaingan dengan delegasi mancanegara lainnya.

Sinergi antara sekolah, pelatih, dan dukungan sponsor seperti Bank Jateng hingga AICE memperkuat fondasi keberangkatan tim. Semangat juang terpancar dari para penari yang siap menunjukkan kekompakan ritme yang menjadi ciri khas utama tari Ratoh Jaroe.

Misi Diplomasi Penjaga Nyala Identitas Bangsa

“Kami membawa semangat untuk memperkenalkan budaya Indonesia, khususnya Ratoh Jaroe, agar semakin dikenal dunia,” ungkap perwakilan penari, Najla Ranaa Maritza Wibowo dan Bunga Berliana Shanika Karin.

Keberangkatan ini membuktikan bahwa generasi muda Semarang tetap teguh menjaga akar budaya di tengah arus globalisasi. Ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang pertukaran nilai yang memosisikan Indonesia sebagai bangsa besar dengan kekayaan seni yang tak tertandingi.

Dukungan penuh masyarakat diharapkan mengiringi langkah 13 srikandi SMAPA di setiap panggung yang mereka singgahi. Keberhasilan misi ini akan menjadi catatan sejarah baru bagi prestasi internasional pendidikan Jawa Tengah di kancah dunia. ***

Baca Juga :  Terang dari Timur Hadirkan Papua di Natal PCU