Profil Bagus Muljadi, Ilmuwan Indonesia dengan Karier Lintas Disiplin di Nottingham

Bagus Muljadi

NusantaraMerdeka.id – Profil Bagus Muljadi menarik perhatian bukan hanya karena kiprahnya sebagai akademisi Indonesia di University of Nottingham, Inggris, tetapi juga karena perjalanan keilmuannya yang tidak berjalan dalam satu jalur. Dari Teknik Mesin, Fisika, Matematika hingga Ilmu Bumi dan Teknik Kimia, Bagus membangun karier akademik dengan pengalaman lintas disiplin.

Profil Bagus Muljadi dan Perjalanan Akademiknya

Bagus Putra Muljadi lahir di Jakarta pada 1 Maret 1983 dan kini berusia 43 tahun. Ia lahir dan besar di Jakarta sebagai anak dari seorang pengusaha kecil.

Bagus dikenal sebagai akademisi dan ilmuwan yang mengajar di University of Nottingham, Inggris. Bidang keahliannya mencakup Teknik Kimia dan Lingkungan, dengan sejumlah fokus riset seperti multiscale modeling, transportasi dalam media berpori, rarefied gas dynamics, finite element method, dan mekanika fluida.

Jalur akademik Bagus tidak sepenuhnya mengikuti pola konvensional. Pendidikan dan riset yang dijalaninya justru berpindah dari satu disiplin ke disiplin lain sebelum akhirnya berujung pada posisi akademik di bidang Teknik Kimia.

Dari Teknik Mesin ITB hingga Doktor di Taiwan

Bagus memulai pendidikan tinggi dengan mengambil jurusan Teknik Mesin di Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia pernah menceritakan bahwa dirinya tidak lulus tepat waktu dan memperoleh IPK 2,7.

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Bagus melanjutkan studi S2 dan S3 di National Taiwan University (NTU), Taiwan, dalam bidang mekanika terapan yang berkaitan dengan fisika. Program doktoralnya diselesaikan pada 2012.

Pengalaman di Taiwan menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan akademiknya. Dalam wawancara dengan CNA di Taipei pada Januari 2026, Bagus menceritakan pengaruh masa studinya di Taiwan terhadap perkembangan karakter dan kariernya.

Baca Juga :  Prabowo Lantik Nanik S Deyang Jadi Kepala Badan Gizi Nasional

Ia juga menyoroti sosok profesor pembimbingnya di NTU yang menanamkan filosofi mengenai pentingnya menghasilkan karya dalam kehidupan. Pandangan tersebut menjadi salah satu hal yang ia kaitkan dengan perkembangan dirinya selama berada di Taiwan.

Profil Bagus Muljadi Dibentuk dari Banyak Disiplin Ilmu

Setelah menyelesaikan pendidikan doktoral, perjalanan keilmuan Bagus kembali bergerak ke bidang yang berbeda. Ia menjalani post-doctoral di Institut de Mathématiques de Toulouse, Prancis, dalam bidang Matematika.

Ia kemudian menjalani post-doctoral kedua di Imperial College London, Inggris, dengan bidang Ilmu Bumi dan Teknik Perminyakan. Pengalaman tersebut memperluas cakupan risetnya sebelum akhirnya ia berkarier sebagai dosen Teknik Kimia.

Bagus pernah merangkum perjalanan keilmuannya melalui akun X pribadinya. Secara sederhana, lintasannya bergerak dari S1 Teknik Mesin, S3 Fisika, karya ilmiah pasca-doktoral di Matematika, kemudian riset postdoctoral di Ilmu Bumi, sebelum menjadi dosen Teknik Kimia.

Lintasan tersebut menjadi salah satu keunikan dalam profil Bagus Muljadi. Ia tidak membangun karier dengan bertahan pada satu bidang sejak awal, tetapi membawa pengalaman dari berbagai disiplin ke dalam penelitian yang dikerjakannya.

Menjadi Dosen di University of Nottingham

Bagus bergabung sebagai dosen di University of Nottingham sejak 2017. Ia pernah menyebut universitas tersebut sebagai salah satu universitas yang masuk kelompok 1 persen teratas dunia pada saat itu.

Di luar aktivitas akademik, Bagus juga terlibat dalam sejumlah kegiatan yang menghubungkan dunia pendidikan, riset, pemerintah, industri, dan diaspora Indonesia.

Baca Juga :  PLN Obral Diskon 50 Persen Tambah Daya Listrik Hingga 27 Juli

Ia menjadi Direktur Indonesia Doctoral Training Partnership (IDTP), sebuah kemitraan yang berkaitan dengan riset dan pertukaran pengetahuan antara pemerintah Indonesia, institusi pendidikan tinggi, dan industri. Kemitraan tersebut dibentuk bersama Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Bagus juga tercatat sebagai Koordinator UKICIS, konsorsium yang menghimpun diaspora Inggris-Indonesia serta universitas dari kedua negara untuk mendorong kegiatan riset lintas disiplin.

Selain itu, ia pernah disebut Jakarta Post sebagai Deputy Managing Director pada salah satu lembaga internasional. Namun, nama lengkap lembaga tersebut tidak tercantum dalam sumber yang tersedia dalam naskah ini.

Riset Bagus Muljadi hingga Aktivitas di Media Sosial

Rekam jejak riset Bagus mencakup sejumlah publikasi ilmiah di bidang yang berkaitan dengan pemodelan dan mekanika. Data ResearchGate yang tercantum dalam naskah menunjukkan 25 publikasi dan lebih dari 500 sitasi.

Beberapa fokus penelitiannya antara lain rarefied quantum gas dynamics, pengembangan metode multiskala, simulasi langsung pada skala pori, serta reactive transport modelling.

Aktivitas Bagus tidak hanya berlangsung di lingkungan kampus. Ia juga menjalankan kanal YouTube bernama Chronicles dan menggunakan akun X @bagus_muljadi untuk membahas berbagai persoalan seperti sains, pendidikan tinggi, serta isu diaspora.

Akun tersebut tercatat memiliki sekitar 19.400 pengikut dalam data yang menjadi dasar profil ini.

Bagus Muljadi Membahas Pendidikan dan Kearifan Lokal

Nama Bagus juga muncul dalam sejumlah kegiatan publik sepanjang 2026. Pada 5 Februari 2026, ia menjadi pembicara dalam talkshow Higher Education for Impact & Adaptive Graduates di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM).

Baca Juga :  Mahasiswa Untan Edit Foto Teman Pakai AI Jadi Vulgar Diberhentikan Kuliah

Dalam kegiatan tersebut, pembahasan diarahkan pada tantangan universitas dalam menghasilkan riset interdisipliner yang memiliki dampak.

Pada 16 April 2026, Bagus berdiskusi dengan Bupati Purwakarta Kang Dedi Mulyadi dalam sebuah tayangan di kanal YouTube KDM. Pembahasan tersebut berkaitan dengan proyek Ensiklopedia Sunda yang terdiri atas tiga jilid.

Ensiklopedia tersebut merangkum kearifan lokal Sunda yang mencakup alam, manusia, dan teknologi dengan pendekatan sains modern. Salah satu pembahasannya adalah konsep pamali yang dikaitkan dengan metode konservasi ekosistem.

Dalam diskusi itu, Bagus juga menyampaikan pandangan bahwa sains tertinggi justru dapat lahir dari pergumulan manusia dengan berbagai hal yang masih misterius. Pandangan tersebut ia kaitkan dengan pemikiran Albert Einstein ketika membahas nilai ilmiah di balik kearifan lokal Sunda.

Karier Nonlinear Menjadi Ciri Khas Bagus Muljadi

Jika dirunut, perjalanan akademik Bagus memperlihatkan perpindahan bidang yang cukup jauh. Ia berangkat dari Teknik Mesin di tingkat sarjana, mendalami Fisika pada pendidikan doktoral, kemudian masuk ke Matematika, Ilmu Bumi dan Teknik Perminyakan dalam riset pascadoktoral, sebelum akhirnya menempati posisi akademik di Teknik Kimia.

Lintasan tersebut juga menjadi bagian dari cerita ketika Bagus memperoleh posisi permanen di dunia akademik. Pengalaman dari berbagai bidang membuat karya ilmiahnya mencakup sejumlah disiplin, sebuah karakter yang tidak selalu ditemukan dalam jalur karier akademik yang lebih linear.

Pada Januari 2026, Bagus kembali berbicara mengenai perjalanan tersebut dalam wawancara di Taipei. Ia mengaitkan pengalaman studinya di Taiwan dengan pembentukan kedewasaan dan perjalanan kariernya sebagai akademisi.