Pemerintah Gebrak Stimulus Lebaran Rp12,83 Triliun Demi Daya Beli Rakyat

Konfrensi Pers Stimulus HBKN 2026

nusantaramerdeka.id — Pemerintah resmi meluncurkan Paket Stimulus Ekonomi I-2026 senilai Rp12,83 triliun di Stasiun Gambir, Selasa (10/2/2026), sebagai langkah tegas menjaga daya beli rakyat menjelang Ramadan dan Idulfitri. Intervensi besar-besaran ini menyasar sektor transportasi dan pangan guna melawan tekanan inflasi yang kerap mencekik masyarakat saat hari raya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan negara tidak akan tinggal diam melihat potensi pelemahan konsumsi. Pemerintah mengalokasikan dana jumbo ini untuk memastikan roda ekonomi di daerah bergerak melalui mobilitas warga yang masif.

Kebijakan ini menjadi instrumen utama untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi nasional di kisaran 5,2 hingga 5,4 persen pada kuartal pertama tahun ini.

Dalam peluncuran tersebut, Airlangga menyatakan bahwa stimulus ini adalah bentuk kehadiran negara di tengah situasi ekonomi yang menantang. Intervensi dilakukan secara langsung pada titik-titik krusial yang menyentuh kantong rakyat.

Pemerintah memberikan stimulus ekonomi berupa diskon transportasi total Rp911,16 miliar. Ini langkah untuk menjaga daya beli dan memacu ekonomi kuartal I,” kata Airlangga tegas pada Selasa (10/2/2026).

Baca Juga :  Gebrakan QRIS di China: Indonesia Pukul Mundur Dominasi Dolar

Subsidi Transportasi dan Mudik Gratis

Sektor transportasi mendapat sorotan khusus dengan alokasi Rp911,16 miliar. Rakyat diberikan potongan harga tiket pesawat domestik sebesar 17 hingga 18 persen mulai 14 hingga 29 Maret 2026. Tidak hanya itu, tiket kereta api dipangkas 30 persen, sementara layanan kapal PELNI dan penyeberangan ASDP turut mendapatkan subsidi besar guna meringankan beban pemudik.

Pemerintah juga mengerahkan 401 bus untuk mudik gratis ke 34 provinsi dengan total sasaran 50.000 orang. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut strategi ini bukan sekadar bantuan, melainkan taktik untuk mengurai kepadatan arus mudik agar lebih merata dan aman bagi warga.

Bantuan Pangan untuk Jutaan Keluarga

Di sisi lain, pemerintah menyuntikkan dana bansos hingga Rp17,5 triliun untuk bantuan pangan. Sebanyak 33,2 juta keluarga akan menerima beras 10 kilogram dan minyak goreng 2 liter per bulan selama periode Maret hingga April 2026. Fokus utama diberikan kepada keluarga pada desil 1 dan 2 yang paling rentan terdampak kenaikan harga pangan.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Meledak Rp2,9 Juta Cetak Rekor Sejarah

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa bantuan ini harus sampai ke tangan yang tepat tepat waktu. Menurutnya, kepastian stok pangan di meja makan rakyat adalah prioritas yang tidak bisa ditawar saat menyambut Idulfitri. *