Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara Langgur Akibat Dendam Berdarah 2020

Nus Kei Meninggal

nusantaramerdeka.id — Ketua DPD II Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, tewas mengenaskan setelah ditikam berulang kali oleh dua pria di area kedatangan Bandara Karel Sadsuitubun Langgur pada Minggu, 19 April 2026 pukul 11.30 WIT.

Aksi brutal ini terjadi hanya lima menit setelah paman kandung John Kei tersebut mendarat dari Jakarta untuk menghadiri persiapan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar.

Negara tidak boleh membiarkan aksi premanisme dan main hakim sendiri menodai ruang publik serta fasilitas vital rakyat.

Kapolres Maluku Tenggara, AKBP Rian Suhendi, mengonfirmasi pada Minggu siang bahwa dua pelaku yakni Hendrikus Rahayaan (28) dan Finansius Ulukyanan (36) telah ditangkap tim Reskrim dalam waktu dua jam.

“Motif yang mendasari kejadian penikaman ini yaitu kedua pelaku dendam karena korban adalah otak dibalik pembunuhan saudara kedua pelaku atas nama Fenansius Wadanubun alias Dani Hollat, yang terjadi pada tahun 2020 di Jakarta,” tegas AKBP Rian Suhendi pada 19 April 2026.

Lubang Keamanan Bandara dan Jejak Dendam Enam Tahun

Insiden ini menguak rapuhnya pengamanan objek vital nasional karena pelaku mampu membawa senjata tajam dan menunggu target dengan sangat presisi di area bandara.

Baca Juga :  Abah dan Rorokan Teguhkan Kasepuhan Ciptagelar

Kedua pelaku diketahui telah memantau jadwal penerbangan korban dan menunggu menggunakan sepeda motor Bison hitam sebelum melancarkan serangan mematikan saat korban baru keluar dari pintu kedatangan.

Dendam yang terpendam selama enam tahun sejak konflik berdarah di Bekasi tahun 2020 itu akhirnya meledak di tanah kelahiran mereka.

Ketua DPD I Golkar Maluku, Umar Lessy, dalam pernyataan resminya pada 19 April 2026 mendesak polisi mengusut tuntas keterlibatan pihak lain di balik eksekusi ini.

“Insiden tersebut merupakan tindakan kekerasan serius yang tidak dapat ditolerir dalam sistem demokrasi, kami mendesak aparat menangkap pelaku serta otak di baliknya,” ungkap Umar Lessy.

Ancaman Stabilitas Sosial Jelang Agenda Politik Daerah

Kematian Nus Kei di tengah persiapan Musda Golkar menciptakan guncangan pada peta politik lokal sekaligus memicu kekhawatiran akan pecahnya konflik horizontal yang lebih luas di Kepulauan Kei.

Polisi kini mengamankan pelaku di Mako Brimob C Pelopor guna menghindari potensi serangan balasan dari kelompok pendukung atau keluarga besar korban.

Ketegasan aparat dalam mengungkap siapa yang memberikan informasi jadwal penerbangan korban kepada pelaku menjadi kunci untuk meredam spekulasi yang berkembang.

Baca Juga :  Imlek 2026 Jakarta Gerakkan 98 Gedung dan Ruang Publik

Keadilan harus ditegakkan melalui proses hukum yang transparan agar lingkaran setan dendam antarkeluarga ini dapat diputus secara permanen.

Pemerintah daerah perlu segera melakukan konsolidasi tokoh adat untuk memastikan situasi keamanan tetap kondusif pasca-tragedi ini.

Nyawa manusia tidak boleh menjadi alat pelunasan dendam masa lalu. ***