NusantaraMerdeka.id - Kepolisian Inggris menangkap seorang pria berkewarganegaraan Inggris-Iran dalam penyelidikan dugaan plot teror di dekat pangkalan RAF Fairford, Gloucestershire. Penyelidikan kini mengarah pada kemungkinan keterlibatan negara asing setelah Perdana Menteri Inggris Andy Burnham menyebut ada indikasi kuat yang mengaitkan Iran.
Pria berusia 27 tahun itu ditangkap di Westminster pada Kamis (1/10) dengan sangkaan berdasarkan Pasal 5 Undang-Undang Terorisme Inggris Tahun 2006. Pada hari yang sama, polisi juga menginterogasi seorang pria Inggris berusia 26 tahun.
Dugaan Teror RAF Fairford Masih Diselidiki
Koordinator Nasional Senior Kepolisian Kontra Terorisme Inggris, Vicki Evans, mengatakan penyelidikan atas peristiwa di Gloucestershire masih berlangsung dan melibatkan berbagai jalur pemeriksaan.
"Investigasi terhadap peristiwa di Gloucestershire sangat kompleks, dan tim spesialis kami sedang menyelidiki berbagai jalur penyelidikan," kata Evans seperti dikutip Anadolu Agency.
Evans menegaskan polisi belum menutup kemungkinan apa pun dalam penyelidikan tersebut. Salah satu kemungkinan yang sedang diperiksa adalah keterlibatan negara asing.
"Kami mempertimbangkan semua kemungkinan, termasuk kemungkinan keterlibatan negara asing," lanjutnya.
Pernyataan itu menjadi penting karena muncul setelah Burnham menyampaikan pada Rabu (30/9) bahwa terdapat "indikasi kuat" keterkaitan Iran dengan dugaan plot di sekitar RAF Fairford. Namun, sampai tahap ini keterlibatan Iran masih berada dalam ranah penyelidikan dan belum dinyatakan sebagai fakta hukum.
5 Orang Sebelumnya Ditangkap
Peristiwa yang kini diselidiki terjadi pada Minggu (27/9). Saat itu, lima orang ditangkap setelah dicurigai melakukan pelanggaran berdasarkan Undang-Undang Bahan Peledak.
Penangkapan terbaru terhadap warga Inggris-Iran memperluas penyelidikan yang sejak awal berkaitan dengan dugaan pelanggaran keamanan di sekitar fasilitas militer strategis tersebut.
RAF Fairford berada di Gloucestershire dan telah lama digunakan oleh militer Amerika Serikat serta NATO. Posisi pangkalan ini membuat setiap dugaan ancaman di sekitarnya memiliki dimensi keamanan yang lebih luas.
RAF Fairford Berkaitan dengan Operasi AS
Pangkalan tersebut juga menjadi bagian dari konteks ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Sejak Maret, Washington menggunakan RAF Fairford untuk melancarkan serangan terhadap situs rudal Iran yang disebut menargetkan kapal-kapal di Selat Hormuz.
Karena itu, dugaan keterlibatan Iran dalam insiden di sekitar RAF Fairford berpotensi menjadi isu sensitif bagi Inggris. Meski demikian, kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap berbagai kemungkinan dan belum mengumumkan kesimpulan akhir mengenai pihak yang berada di balik peristiwa tersebut.
Hingga perkembangan terakhir, polisi Inggris masih menyelidiki keterkaitan para tersangka dengan dugaan plot tersebut, termasuk kemungkinan adanya keterlibatan negara asing.