Tim Forensik Periksa Jenazah Sutrimo, Ahli Racun hingga DNA Dilibatkan

Pemeriksaan Jenazah Sutrimo Oleh Polisi

NusantaraMerdeka.id – Tim forensik gabungan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jenazah Sutrimo pada Rabu (12/8/2026). Pemeriksaan melibatkan sejumlah ahli, mulai dari dokter forensik, ahli racun, DNA, hingga histopatologi anatomi untuk membantu mengungkap cara dan sebab kematiannya.

Pelibatan berbagai bidang keahlian membuat pemeriksaan jenazah Sutrimo tidak hanya bergantung pada pemeriksaan dokter forensik. Sampel dari jenazah dan lingkungan makam juga akan diperiksa di laboratorium sebelum tim menarik kesimpulan.

Pemeriksaan Jenazah Sutrimo Libatkan Banyak Ahli

Karolabdokkes Pusdokkes Polri Brigjen Pol Dr dr Sumy Hastry Purwanti mengatakan tim tidak hanya terdiri dari dokter spesialis forensik medikolegal. Pemeriksaan juga melibatkan ahli laboratorium forensik, toksikologi atau ilmu yang memeriksa racun, DNA, serta histopatologi anatomi.

Menurut Hastry, Perhimpunan Dokter Forensik-Medikolegal Indonesia (PDFMI) turut melibatkan sejumlah ahli untuk mendukung pemeriksaan. Tim laboratorium toksikologi dari Universitas Indonesia dan Universitas Airlangga juga dilibatkan untuk memeriksa hasil laboratorium.

“Kami juga dari Perhimpunan Dokter Forensik-Medikolegal Indonesia (PDFMI) melibatkan beberapa ahli di dalamnya. Selain spesialis forensik medikolegal, kami juga mengajak teman-teman dari laboratorium forensik dan dari laboratorium toksikologi di UI, juga di Unair untuk memeriksa hasil lab-nya nanti, dan juga dari ahli DNA dan ahli histopathologi anatomi,” kata Hastry kepada wartawan, Rabu.

Baca Juga :  Sekolah Tak Pernah Netral, Ideologi Asing Menyusup Diam-Diam

Bagi pembaca awam, pemeriksaan tersebut berarti tim tidak hanya mencari satu jenis petunjuk. Setiap bidang memiliki peran berbeda untuk membantu melihat kondisi jenazah dan menemukan bukti yang dapat menjelaskan kematian Sutrimo.

Sampel Jenazah dan Makam Diperiksa di Laboratorium

Hastry mengatakan pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh agar hasil akhirnya didasarkan pada temuan yang dapat diuji. Karena itu, sampel yang telah diambil dari jenazah maupun lingkungan makam belum langsung digunakan untuk menarik kesimpulan.

“Sehingga kita bekerja dengan menyeluruh, komprehensif, dan hasilnya juga berdasarkan dari hasil pemeriksaan laboratorium nanti yang kita dapatkan,” ujarnya.

Pemeriksaan laboratorium menjadi bagian penting karena tim masih membutuhkan hasil analisis sebelum menentukan penyebab kematian. Dengan demikian, hasil pemeriksaan awal belum dapat dijadikan dasar untuk memastikan bagaimana Sutrimo meninggal.

Tim Belum Simpulkan Sebab Kematian Sutrimo

Hastry menegaskan tim forensik belum dapat menyimpulkan penyebab kematian Sutrimo hanya berdasarkan pemeriksaan awal. Tim masih menunggu hasil pemeriksaan terhadap berbagai sampel yang telah dikumpulkan.

Tim juga masih berupaya menentukan apakah kematian Sutrimo tergolong natural atau unnatural. Istilah tersebut merujuk pada penilaian apakah kematian terjadi secara alami atau berkaitan dengan faktor yang tidak alami.

Baca Juga :  Prabowo Teken PP Pengupahan, UMP 2026 Naik 5–7 Persen

“Mohon doanya rekan-rekan dan masyarakat sehingga kita bisa membuat jelas apakah cara dan sebab kematiannya natural atau unnatural,” tutur Hastry.

Karena proses pemeriksaan masih berjalan, Hastry meminta masyarakat bersabar menunggu hasil kerja tim forensik. Tim, kata dia, akan bekerja maksimal untuk mendapatkan temuan yang dapat menjelaskan kematian Sutrimo.

“Sehingga kami juga mohon waktu untuk bekerja hari ini dengan maksimal,” katanya.