Pengadaan Motor Listrik MBG Rp1 Triliun Diduga Produk Rebranding China

Motor Listrik Emmo JVX GT

nusantaramerdeka.id — Badan Gizi Nasional (BGN) mengguyur anggaran hingga Rp1,22 triliun untuk pengadaan 21.801 unit motor listrik Emmo JVX GT yang memicu kontroversi besar pada April 2026.

Proyek kendaraan operasional bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ini disorot tajam karena indikasi rebranding produk murah asal China serta rekam jejak vendor yang bermasalah.

Investigasi menemukan bahwa Emmo JVX GT berbagi platform identik dengan Kollter ES1-X Pro yang dijual di pasar global hanya seharga Rp8 juta hingga Rp10 juta per unit.

Angka ini berbanding terbalik dengan harga pengadaan BGN yang mencapai Rp42 juta hingga Rp49,95 juta per unit, sehingga muncul lubang tanya besar terkait kewajaran anggaran negara.

Rekam Jejak Vendor dan Skandal Masa Lalu

Pengadaan raksasa ini dikelola oleh PT Yasa Artha Trimanunggal, perusahaan yang dipimpin oleh inisial AM yang tercatat pernah berurusan dengan hukum.

AM diketahui sempat diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam skandal korupsi bantuan sosial (bansos) Kementerian Sosial pada tahun 2020 silam.

Baca Juga :  Bayar Pajak Kendaraan Tanpa KTP Pemilik Lama Resmi Berlaku Nasional

Keterlibatan vendor dengan rekam jejak pada kasus yang merugikan negara ratusan miliar rupiah ini menimbulkan keraguan publik atas transparansi proses tender di Badan Gizi Nasional.

Pemerintah dituntut menjelaskan alasan penunjukan perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan narapidana korupsi Juliari Batubara tersebut.

Puluhan Ribu Motor Mengendap Jadi Aset Mati

Ironisnya, meski anggaran triliunan rupiah sudah dikucurkan, sebanyak 21.801 unit motor tersebut hingga kini belum didistribusikan dan hanya terparkir sebagai aset mati (idle asset).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara terbuka menyatakan keberatannya terhadap belanja kendaraan yang dianggap tidak mendesak bagi program utama kerakyatan.

“Yang paling penting kan makanannya. Itu yang harus dipastikan dulu terpenuhi dengan baik,” tegas Purbaya Yudhi Sadewa menyikapi pemborosan anggaran operasional tersebut.

Kondisi motor yang belum digunakan ini berisiko mengalami penurunan nilai teknis dan membebani APBN melalui biaya penyimpanan serta perawatan yang tidak perlu.

Anomali Spesifikasi dan Kebutuhan Lapangan

Secara teknis, Emmo JVX GT merupakan motor tipe adventure atau trail dengan ground clearance mencapai 320 mm yang didesain untuk medan berat.

Baca Juga :  Produksi 20 Ribu Unit Jadi Tonggak Motor Listrik Nasional, Prabowo Resmikan Ekosistem ALVA

Penggunaan motor spesifikasi off-road untuk operasional SPPG di wilayah perkotaan dinilai berlebihan dan tidak sinkron dengan kebutuhan fungsional distribusi makanan.

Meskipun PT Adlas Sarana Elektrik mengklaim nilai TKDN sebesar 48,5 persen, publik tetap mendesak audit menyeluruh terhadap komponen lokal yang digunakan.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala BGN Dadan Hindayana belum memberikan rincian tambahan terkait distribusi puluhan ribu motor yang masih tertahan di gudang administrasi. ***