Rumah Layak Huni Jadi Bukti Kemerdekaan Ramadan

Rumah Layak Huni DHIBRA

nusantaramerdeka.id – Sebanyak 2.232 unit Rumah Layak Huni telah dibangun hingga 2025 sebagai wujud konkret kemerdekaan Ramadan yang digerakkan Thoriqoh Shiddiqiyyah. Data ini menjadi penanda bahwa peringatan 9 Ramadan tidak berhenti pada seremoni, tetapi berlanjut pada pembangunan fisik yang terukur.

Program tersebut dikenal sebagai RSKILHS—Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah. Rumah tipe 36 dibangun untuk keluarga duafa dengan biaya per unit berkisar Rp70 juta hingga Rp85 juta. Seluruh pembiayaan dihimpun secara mandiri dari jamaah.

Angka 2.232 unit tersebar di berbagai daerah Indonesia. Artinya, kemerdekaan Ramadan diterjemahkan dalam bentuk hunian permanen yang langsung dirasakan penerima manfaat.

2.232 Unit, Angka yang Terverifikasi

Secara faktual, pembangunan Rumah Layak Huni dilakukan bertahap setiap tahun. Setiap Ramadan menjadi momentum konsolidasi sekaligus distribusi bantuan.

Sekretaris Jenderal DHIBRA Pusat, Khoirul Mudzakkir, menyebut pembangunan rumah sebagai “cara unik mensyukuri kemerdekaan,” yang diwujudkan dalam bentuk bangunan permanen, bukan sekadar simbol perayaan.

Data 2.232 unit menunjukkan konsistensi program hingga 2025. Rumah-rumah tersebut diserahterimakan kepada keluarga duafa yang memenuhi kriteria penerima.

Baca Juga :  THGB Shiddiqiyyah Borong 9 Piala Jawa Timur Dalam Dua Pekan

Di lapangan, rumah tipe 36 menjadi standar yang digunakan. Struktur permanen dibangun agar layak huni dan memberikan rasa aman bagi keluarga penerima.

Ramadan sebagai Titik Distribusi

Setiap 9, 10, hingga 11 Ramadan, jamaah menggelar doa dan sujud syukur massal. Di waktu bersamaan, agenda sosial seperti pembangunan dan penyerahan Rumah Layak Huni diperkuat.

Momentum ini menegaskan bahwa kemerdekaan Ramadan tidak hanya dipahami sebagai narasi sejarah, tetapi juga sebagai kerja sosial berkelanjutan.

Selain pembangunan rumah, santunan kepada veteran, yatim piatu, dan kaum duafa juga disalurkan setiap Ramadan. Ribuan paket bantuan dibagikan secara nasional.

Dengan data 2.232 unit yang telah berdiri, Rumah Layak Huni menjadi bukti terukur bahwa kemerdekaan Ramadan dijalankan dalam bentuk aksi nyata yang konsisten dari tahun ke tahun.